Tag: Dinas DP3A Sarolangun

  • DP3A Sarolangun Gelar Kegiatan Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan 

    DP3A Sarolangun Gelar Kegiatan Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan 

    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Camat Bathin VIII Aryo L Fajrin, Kabid Perlindungan Perempuan Farida, Kapolsek Bathin VIII Iptu Erik Kurniawan, Kasubsi Intelijen Kejari Sarolangun Hanna Fitrianti

    KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan Penguatan Jejaring anta lembaga Penyedia layanan perlindungan Perempuan yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota Tahun 2025, Rabu (24/12/2025) di Ruang Aula Kantor Camat Bathin VIII.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Camat Bathin VIII Aryo L Fajrin, S.IP, Kapolsek Bathin VIII Iptu Erik Kurniawan, SH, MH, Kasubsi Bidang Intelijen Kejari Sarolangun Hanna Fitrianti, SH, M.Kn, Kabid Perlindungan Perempuan Dr Farida, M.Pd, para Narasumber, tokoh masyarakat dan lembaga Penyedia layanan perlindungan Perempuan.

    Para peserta kegiatan

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi antar lembaga untuk saling tukar pengalaman, saran dan masukan guna perbaikan dan pengembangan program kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di masa mendatang.

    ” Kita sadari bahwa memang tanpa ada koordinasi dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan, program kegiatan yang dilaksanakan tidak akan berjalan baik, maka saya berharap kita membuka saluran komunikasi baik antara Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan tetapi juga koordinasi dengan masyarakat,” katanya.

    Dikatakan Yudis Kenromora, bahwa permasalahan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sangat komplek dan bersifat lintas bidang, maka dari itu penanganan permasalahan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh DP3A Sarolangun semata.

    Hal itu butuh dukungan dan kerjasama antar seluruh pemangku kepentingan, baik dari pusat, Provinsi, Kabupaten, Kecamatan hingga sampai ke Desa, agar kondisi tersebut dapat ditangani secara baik dan menyeluruh.

    ” Hingga saat ini kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, TPPO masih tinggi, masih adanya kesenjangan partisipasi pembangunan antara perempuan dan laki-laki, terbatasnya akses sebagian besar perempuan terhadap layanan kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

    Selain itu, masih kurangnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan publik yang lebih luas yang tentunya harus bisa diselesaikan serta masih adanya hukum dan Perundang-undangan yang masih bias gender, diskirminatif terhadap perempuan, menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi bersama.

    Kabid Perlindungan Perempuan Farida dan para narasumber menyampaikan materi penguatan jejaring antar lembaga penyedia layanan perlindungan Perempuan 

    Terkait dengan perempuan dan anak serta TPPO, Yudis Kenromora juga menyebutkan bahwa tidak dipungkiri Sumber Daya Manusia ditentukan oleh kualitas perempuan dan tumbuh kembangnya anak, bagaimana mereka disiapkan, dibentuk, dilindungi dan dijamin Pemenuhan hak-haknya.

    ” Maka penyiapan pemenuhan hak perempuan dan anak, merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi manusia masa depan yang diharapkan. Hal ini harus didukung dengan payung hukum, salah satunya UU nomor 35 Tahun 2014,” katanya.

    Di Kabupaten Sarolangun, DP3A Sarolangun terus melakukan berbagai kegiatan melalui sosialisasi, edukasi dan advokasi terutama menyangkut pemenuhan hak perempuan, kekerasan dalam rumah tangga dan pemenuhan hak-hak anak.

    ” Dalam pemenuhan hak-hak perempuan dan anak kami mengharapkan dukungan dari semua pihak dan rencana kedepan, kami akan mempersiapkan penertiban peraturan daerah tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencegahan TPPO,” katanya.

    Sementara untuk kasus-kasus yang telah terjadi di Kabupaten Sarolangun pada tahun 2025 ini dari bulan Januari s.d Desember 2025 adanya sebanyak 68 kasus, dengan rincian : kasus kekerasan anak sebanyak 41 kasus dan kekerasan perempuan sebanyak 27 kasus.

    Maka dari itu, diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, terutama makin meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi antara Kabupaten dan Kecamatan dalam penyelenggaran pemberdayaan kegiatan-kegiatan perempuan dan perlindungan anak.

    ” Mari kita berkomitmen untuk pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Sarolangun, serta peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak dalam berbagai bidang baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan pengambilan keputusan,” katanya.

    Poto bersama

    Dalam kegiatan tersebut, para Narasumber dari kepolisian Polres Sarolangun dan Kejari Sarolangun serta Pemerintah Kecamatan Bathin VIII menyampaikan materi yang diikuti segenap lintas sektoral antar lembaga penyedia layanan perlindungan Perempuan dan diakhiri dengan Poto bersama.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • DP3A Sarolangun Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak

    DP3A Sarolangun Gelar Pelatihan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak

    Fokus Pada Penguatan Manajemen Pelaporan dan Pencatatan Kasus

    Sekda Sarolangun Muhammad Arief, Kadis DP3A Yudis Kenromora, Kadis Dikbud Arsyad dan para Narasumber

    KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan pelatihan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender (KG) dan Perlindungan Anak Kewenangan Kabupaten/Kota yang difokuskan dalam pelatihan penguatan manajemen pelaporan dan pencatatan kasus.

    Kegiatan tersebut dibuka secara langsung Bupati Sarolangun H Hurmin diwakili Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Rabu (24/12/2025) di ruang Aula Disdikbud Sarolangun.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, Nara sumber Universitas Bungo Nirmala Sari, SH, MH, dan Muhammad Salman, SE, Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Ps.I, Jajaran DP3A Sarolangun, Para peserta terdiri dari PATBM, Guru Ngaji, Wakil Kesiswaan dan Guru BK serta tamu undangan lainnya.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora mengatakan. Bahwa Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender (KG) dan Perlindungan Anak Kewenangan mencakup ringkasan kegiatan, capaian, kendala dan rencana tindak lanjut dari program yang berfokus pada pengembangan gender (PUG) dan perlindungan Anak (PPA), seperti advokasi regulasi daerah pendampingan korban, peningkatan kesadaran public (Penyuluh) koordinasi lintas sectoral OPD lainnya.

    Peserta kegiatan

    ” Kegiatan ini mengacu kepada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2011 tentang kebijakan partisipasi anak,” katanya.

    Yudis Kenromora menambahkan bahwa pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan anak sebagai hak azasi manusia dan isu strategis pembangunan nasional daerah serta peran dinas terkait. Maka kegiatan advokasi ini tentunya memiliki tujuan untuk melakukan pelaksanaan kegiatan, pencapaian dan evaluasi program, tujuan utama.

    ” Tujuan utamanya diantaranya Advokasi kebijakan, Pendampingan dan pelayanan, Penguatan kelembagaan dan kerja sama dengan seluruh stakeholder dan peningkatan kesadaran publik,” katanya.

    Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Sarolangun cukup lumayan tinggi, sampai saat ini sampai 65 kasus.

    ” Dimana Kabupaten Sarolangun tertinggi ketiga di Provinsi Jambi. Tahun 2024 ada sebanyak 83 kasus, dan anak-anak generasi Gen-Z penuh tantangan,” katanya.

    Poto bersama stop kekerasan anak
    Poto bersama

    Sementara itu, Sekda Sarolangun Muhammad Arief dalam sambutannya kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan secara bersama-sama antara lembaga pemerintahan dan masyarakat, dimana tantangan kesetaraan gender dan perlindungan anak masih menjadi isu strategis di berbagai daerah.

    ” Kita memahami bahwa perempuan dan anak masih sering jadi kelompok yang rentan diskriminasi, kekerasan dan ketidak Adilan, maka kegiatan ini sangat penting dalam membangun pemahaman bersama serta memperkuat lintas sektoral untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada mereka,” katanya.

    Muhammad Arief mengharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas pihak-pihak terkait, stake holder dalam mewujudkan kesetaraan gender yang adil dan layak anak.

    Dimana mual hari ini dengan memulai langkah kecil, namun sangat kuat dalam manajemen pelaporan kasus dan pencatatan kasus. Ia percaya dengan komitmen bersama nantinya akan dapat menciptakan lingkungan yang adil, aman dan nyaman bagi keluarga dan masyarakat.

    ” Mari kita jadikan Kabupaten Sarolangun sebagai daerah yang bukan hanya maju secara ekonomi tetapi juga yang nyaman bagi anak dan kesetaraan gender,” katanya.

    ” Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kegiatan Pelatihan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan untuk mewujudkan kesetaraan gender (KG) dan Perlindungan Anak Kewenangan Kabupaten/Kota dalam pelatihan penguatan manajemen pelaporan dan pencatatan kasus dengan resmi saya nyatakan dibuka,” kata dia menambahkan.

    Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini bersama para Nara sumber
    Nara sumber Ibu Nirmala saat menyampaikan materi

    Dalam kegiatan tersebut, para narasumber juga melakukan pemaparan materi yang diikuti para peserta dengan antusias serta diakhiri dengan Poto bersama.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • DP3A Sarolangun Gelar Kegiatan PATBM, Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Serta TPPO

    DP3A Sarolangun Gelar Kegiatan PATBM, Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Serta TPPO

    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, dan para Nara sumber

    KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Tahun 2025, Senin (22/12/2025) di Ruang Aula Disdikbud Sarolangun.

    Kegiatan tersebut dibuka secara langsung Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, yang diwakili sejumlah Nara sumber, Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Ps.I, beserta jajaran staf, dan para peserta yang terdiri dari Para Camat, Para Kades, Kader Posyandu, Karang Taruna, Perwakilan dari para Guru ngaji dan pengurus mesjid.

    Kegiatan PATBM ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya dalam Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak berkebutuhan khusus (ABH), dan Perkawinan Anak.

    Peserta kegiatan PATBM

    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora mengatakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) merupakan salah satu upaya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan memberikan Perlindungan terhadap Anak Indonesia khususnya Anak Kabupaten Sarolangun melalui kelompok PATBM dari setiap Kecamatan dan Desa.

    ” Saya harapkan semua Camat, Kades, Desa dan Kelurahan dapat membentuk PATBM. Kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan Promotif dan upaya Pencegahan untuk menghindari terjadinya Kekerasan,” katanya.

    Kata Yudis Kenromora, bahwa upaya ini bertujuan untuk membangun dan penguatan norma-norma anti Kekerasan, meningkatkan kemampuan orang tua dalam Mengasuh Anak serta meningkatkan kemampuan Anak untuk bisa melindungi dirinya dari kekerasan.

    Maka dari itu, sasaran kegiatan ini tentunya adalah orang tua, keluarga dan masyarakat. dalam melaksanakan kegiatan PATBM ditingkat Desa aktifis PATBM bekerjasama dan berjejaring dengan semua pengampu yang ada dimasyarakat seperti PKK, Posyandu, Kumpulan Remaja, Pengajian, Yasinan Bapak-Bapak, Pengajian Rutin Ibu-Ibu, Lembaga Pendidik Keagamaan dan lainnya.

    Poto bersama

    ” Saya juga berpesan kepada para peserta agar mengikuti kegiatan dan koordinasi ini dengan maksimal, jangan dijadikan sebagai kegiatan seremonial belaka, akan tetapi dijadikan sebagai media belajar dan serapkan secara maksimal dan ilmu pengetahuan dan pengalaman para Narasumber,” katanya.

    Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, ia juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Narasumber yang telah bersedia hadir untuk membagikan ilmu dan pengalamannya. demi masa depan anak-anak Kabupaten Sarolangun khususnya dan anak Propinsi Jambi umumnya.

    ” Semoga harapan kita bersama untuk bisa memberikan pengabdian yang terbaik, kepada bangsa dan negara melalui para peserta didik yang akan menjadi kenyataan serta Mendapatkan hidayah dan diberikan petunjuk oleh allah swt dalam menjalankan tugas-tugasnya,” katanya.

    ” Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan Terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak berkebutuhan khusus (ABH), dan Perkawinan Anak saya nyatakan dibuka,” kata dia menambahkan.

    Para Nara sumber saat memaparkan materi

    Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber yang kompeten dari berbagai unsur juga memaparkan materi tentang sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan Poto bersama.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • DP3A Sarolangun Bersama GOW Sarolangun Peringati Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025 Di Desa Perdamaian

    DP3A Sarolangun Bersama GOW Sarolangun Peringati Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025 Di Desa Perdamaian

    Ketua GOW Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin, Ibu Sekda Sarolangun, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Camat Singkut M Dahlan

    KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sarolangun menggelar peringatan hari ibu yang ke-97 tahun 2025, Kamis (18/12/2025) di Desa Perdamaian, Kecamatan Singkut.

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sarolangun H Hurmin diwakili Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd, Ketua GOW Kabupaten Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, SH, Ibu Sekda Sarolangun, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Anggota BAZNAS Sarolangun Drs H Elmi, M.Pd.I, Camat Singkut Drs Muhammad Dahlan, Kabid Kesetaraan Gender Arie Kusmarini, SE, jajaran GOW Sarolangun, Jajaran DWP Sarolangun, para lansia dan masyarakat setempat.

    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, mengatakan bahwa kegiatan ini didasarkan pada Undang-Undang nomor 7 tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap Wanita (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 nomor 29).

    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH

    Keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur sebagaimana telah diubah dengan keputusan Presiden nomor 67 tahun 1961 tentang perubahan atas keputusan Presiden nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari Nasional yang bukan Hari Libur.

    Peraturan Presiden Republik Nomor 186 Tahun 2024 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 382), Peraturan menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 1 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata kerja kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 132. Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor III tahun 2025 tentang Tim Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke 97Tahun 2025.

    Kegiatan ini diikuti 100 orang yang terdiri dari OPD Terkait Dinkes, PMD, DPPKB, BASNAS, DP3A, Gabungan Organisasi Wanita, Camat Singkut, Forkompimcam, Kepala Desa Perdamaian, Tokoh Masyarakat Desa Perdamaian.

    ” Peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, merupakan wujud penghargaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan dan pengabdian perempuan dalam merebut serta mengisi kemerdekaan,” katanya.

    Ketua GOW Sarolangun Ny Ratna Shafira Nafitri Rolan, SH

    Sementara itu, Ketua GOW Sarolangun Ratna Shafira NR mengatakan bahwa pemahaman masyarakat bahwa hari Ibu bukan sekedar perayaan untuk mengucapkan terima kasih kepada sosok ibu tetapi juga bentuk apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia atas peran, dedikasi dan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

    Sejarah Peringatan Hari Ibu berakar Pada kongres perempuan Indonesia Pertama yang di gelar pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta Kongres ini menyatukan berbagai organisasi perempuan dalam satu wadah perjuangan dan menandai kebangkitan gerakan perempuan Indonesia dimana mereka berdiri sejajar dengan kaum laki-laki dalam perjuangan kemerdekaan.

    ” Keputusan memperingati 22 Desember sebagai Hari Ibu secara Resmi di tetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung tahun 1938 dan diakui melalui keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959,” katanya.

    Ia juga mengucapkan selamat hari ibu kepada semua ibu-ibu yang ada di seluruh pelosok Kabupaten Sarolangun. Dengan harapan, seluruh masyarakat dapat memahami makna Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan pergerakan perempuan Indonesia.

    ” Sebagai bagian yang tidak terpisahkan  dalam Perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut Kemerdekaan. Mendorong komitmen multisektor untuk memberikan perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam sektor pembangunan,” katanya.

    ” Serta meningkatkan kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu ke-97, sesuai tugas dan fungsinya,” kata dia menambahkan.

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd

    Selain itu, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, dalam rangka menjalin silaturrahmi serta memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat.

    ” Harapannya agar peringatan Hari Ibu ke-97 ini tidak dianggap hanya sekedar peringatan saja, melainkan sebagai momen istimewa untuk mengenang dan mengapresiasi perjuangan serta dedikasi para perempuan Indonesia khususnya ibu-ibu dalam berbagai peran penting dalam pembangunan, baik sebagai ibu, istri, pemimpin, maupun menjadi bagian penting di lingkungan masyarakat,” katanya.

    Ia juga berharap dengan adanya peringatan ini dapat menjadi momen dalam mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, berdaya dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan. Pemkab Sarolangun terus mendukung pemberdayaan perempuan dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan berkualitas.

    ” Selamat hari ibu ke-97, semoga diberikan kesehatan bagi para ibu-ibu, mari wujudkan perempuan berdaya dan berkarya, menuju Sarolangun maju 2025-2030 dan Indonesia emas 2045,” katanya.

    Pemotongan nasi tumpeng peringatan hari ibu ke-97
    Poto bersama
    Kegiatan senama diikuti para ibu lansia

    Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Seminar untuk Sekolah Lansia serta Pemberian Bantuan untuk Lansia hingga kegiatan Senam Lansia yang berjalan dengan sukses.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027 Dilantik, Kepala DP3A Yudis Kenromora : Sarolangun Maju Tanpa Kekerasan Anak

    Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027 Dilantik, Kepala DP3A Yudis Kenromora : Sarolangun Maju Tanpa Kekerasan Anak

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Kepala DPAD Sarolangun Waldi Bakri dan tamu undangan

    KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun resmi melantik Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027, Kamis (18/12/2025) di Ruang Aula Disdikbud Sarolangun.

    Pelantikan tersebut dilakukan langsung Bupati Sarolangun H Hurmin yang diwakili Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd, dalam kegiatan yang sekaligus pelepasan Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2021-2025.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Kepala DPAD Sarolangun H A Waldi Bakri, S.IP, S.Sos, MM, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, Kadis Dukcapil Sarolangun Riduan, S.STP, ME, Sekretaris Dinkes Sarolangun Mustang AP, S.KM, M.Kes, Sekretaris DP3A Sarolangun Fauziah, S.KM.

    Hadir juga Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Si, Kabid Kesetaraan gender Arie Kusmarini, SE, Jajaran TP PKK Sarolangun, Jajaran DWP Sarolangun, Para OPD terkait, Para Orang Tua dan tamu undangan lainnya.

    Pelantikan Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027
    Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora memberikan piagam penghargaan kepada FAD Priode 2021-2025

    Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari penampilan Tari dari Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027, parade purna pelepasan Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2021-2025, pemberian sertifikat kepada Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2021-2025, Penyampaian Suara Forum anak daerah hingga pemberian Cinderamata Dari Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun kepada Kepala DP3A Sarolangun.

    Pada kesempatan itu, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora mengatakan bahwa penetapan pengurus Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun berdasarkan SK Bupati Sarolangun Nomor 375/DP3A/2025 tanggal 30 November 2025 tentang pengangkatan nama-nama Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027.

    ” Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027 melalui proses pemilihan dan seleksi dan memenuhi syarat itu ada 29 orang yang hari ini dilantik. Mari kita wujudkan Sarolangun Maju tanpa kekerasan terhadap anak dan perempuan,” katanya.

    Yudis Kenromora juga menyebutkan bahwa Forum anak daerah adalah organisasi anak yang dibina oleh Pemerintah Daerah, menjembatani komunikasi dan integritas antata pemerintah dengan anak-anak se-kabupaten Sarolangun.

    Forum anak daerah juga bisa diartikan sebagai pertemuan berbagai kelompok dalam membicarakan pemenuhan hak-hak anak.

    ” Anak disiapkan, dilindungi dan dijamin pemenuhan hak anak. Untuk membangun mental dan moral anak, sebagaimana undang-undang tentang perlindungan anak. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang anak, dan mendapatkan perlindungan,” katanya.

    Sekretaris DP3A Sarolangun Fauziah memberikan piagam penghargaan kepada FAD Priode 2021-2025
    Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini memberikan piagam penghargaan kepada FAD Priode 2021-2025
    Poto bersama

    Yudis Kenromora juga menyebutkan melalui forum Anak Daerah sebagai wadah partisipasi anak dalam pelaksanaan pembangunan, diharapkan dapat mendorong aktif, mengembangkan diri sesuai dengan potensi diri, minat dan bakat. Mempercepat proses pemenuhan anak, dan membangun kompetensi anak.

    ” Kami ucapkan terima kasih kepada forum anak daerah Priode 2021-2025 yang selama ini telah berpartisipasi dan berdedikasi dalam melaksanakan tugas. Yang telah dikukuhkan, agar forum anak daerah bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin Lantik FAD Sarolangun Priode 2025-2027

    Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin Lantik FAD Sarolangun Priode 2025-2027

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad, Kepala DPAD Sarolangun Waldi Bakri dan jajaran OPD terkait, para orang tua dan tamu undangan

    KABAR SAROLANGUN – Mewakili Bupati Sarolangun H Hurmin, Staf Ahli Bupati Sarolangun Bidang SDM dan Kemasyarakatan H Juddin, S.Ag, melantik secara langsung Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027 sekaligus pelepasan Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2021-2025, Kamis (18/12/2025) di Ruang Aula Disdikbud Sarolangun.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Kepala DPAD Sarolangun H A Waldi Bakri, S.IP, S.Sos, MM, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, Kadis Dukcapil Sarolangun Riduan, S.STP, ME, Sekretaris Dinkes Sarolangun Mustang AP, S.KM, M.Kes, Sekretaris DP3A Sarolangun Fauziah, S.KM.

    Hadir juga Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Si, Kabid Kesetaraan gender Arie Kusmarini, SE, Jajaran TP PKK Sarolangun, Jajaran DWP Sarolangun, Para OPD terkait, Para Orang Tua dan tamu undangan lainnya.

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin saat melantik Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2025-2027

    Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin mengatakan anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus di lindungi, penuhi haknya, serta untuk di siapkan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing serta mendukung tumbuh kembang anak sebagaimana optimal.

    ” Forum anak daerah adalah wadah penting bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan, menyuarakan aspirasi serta menjadi pelopor dan pelapor dalam perlindungan anak, dalam mewujudkan Kabupaten Sarolangun Layak Anak,” katanya.

    Juddin juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh forum anak daerah Priode 2021-2025 atas dedikasi dan kontribusi dalam kepedulian terhadap anak-anak di Kabupaten Sarolangun.

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin menyampaikan arahan Bupati Sarolangun H Hurmin 

    Kepada anak-anak anggota forum anak daerah Priode 2025-2027 yang hari ini dikukuhkan saya ucapkan selamat dan sukses, jadilah Generasi yang berani, menyampaikan pendapat secara santun dan aktif menjadi pelopor dan pelapor apabila terjadi pelanggaran hak anak.

    ” Pemkab Sarolangun terus berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan anak melalui sinergitas lintas sektoral, keterlibatan masyarakat dan dunia usaha serta partisipasi anak-anak,” katanya.

    Ia juga berharap forum anak daerah terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam mendukung kemajuan daerah, bekerjasama dalam mencerdaskan anak, dan terhindar dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik.

    ” Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan ini. Kepada orang tua, dan forum anak daerah, bahwa tantangan kita depan, di dalam menyikapi kehidupan tekhnologi dan digitalisasi, tantangan kekerasan terhadap anak,” katanya.

    ” Kami mohon support kepada orang tua, agar anak-anak kita selalu kita pantau dalam pergaulannya, sebab narkoba, judi online, selalu menghantui anak-anak kita,” kata dia menambahkan.

    Staf Ahli Bupati Sarolangun H Juddin memberikan penghargaan kepada pengurus FAD Priode 2021-2025
    Poto bersama cegah kekerasan terhadap anak

    Dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Sarolangun Juddin beserta para kepala OPD memberikan piagam penghargaan kepada Forum Anak Daerah Kabupaten Sarolangun Priode 2021-2025 serta diakhiri dengan Poto bersama.

    Penulis : A.R Wahid Harahap