Tag: Disdikbud sarolangun

  • Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad Serahkan SK Penegerian Empat Lembaga PAUD 

    Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad Serahkan SK Penegerian Empat Lembaga PAUD 

    Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad menyerahkan SK Penegerian Lembaga PAUD/TK kepada kepala TK/PAUD didampingi Kabid PAUDNI Zulfairi

    KABAR SAROLANGUN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, menyerahkan Surat Keputusan Bupati Sarolangun tentang Penegerian Lembaga PAUD yang sebelumnya berstatus swasta, Rabu (17/12/2025) di ruang rapat Internal Disdikbud Sarolangun.

    Penyerahan SK tersebut turut didampingi Kabid PAUDNI Zulfairi, S.Pd, M.Pd, Kades Pasar Mandiangin Kusriadi, beserta para kepala TK/PAUD penerima SK.

    Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad mengatakan bahwa Penegerian Lembaga PAUD/TK ini sebagai upaya mendorong program wajib belajar 13 tahun, diantaranya 1 tahun pra sekolah SD yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    ” Ada sebanyak 500 lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Sarolangun, dimana sebelumnya baru ada 4 lembaga PAUD yang berstatus Negeri. Dan tahun 2025, jumlah lembaga PAUD berstatus Negeri mengalami penambahan sebanyak 4 lembaga PAUD sehingga totalan PAUD Negeri di wilayah Kabupaten Sarolangun menjadi 8 lembaga PAUD,” katanya.

    Arsyad menambahkan bahwa Penegrian 4 lembaga PAUD tahun 2025 ini melalui proses verifikasi kelayakan sesuai dengan kriteria untuk di negerikan atau tidak, proses verifikasi itu dilakukan oleh tim Penegerian Satuan pendidikan PAUD Kabupaten Sarolangun.

    ” Yang mengusulkan sebanyak 16 lembaga paud, namun kita lakukan verifikasi kelayakannya, sehingga sekian banyak usulan itu baru bisa kita ajukan empat lembaga PAUD,” katanya.

    Poto bersama dalam komitmen meningkatkan mutu pendidikan guna wujudkan Sarolangun Maju

    Kedepan lanjutnya, pihaknya akan menggalakkan dan mendorong agar terbentuknya paud atau TK negeri yang ada di desa-desa. Pasalnya, jika dibandingkan dengan jumlah luas wilayah dan jumlah PAUD yang ada, PAUD yang berstatus Negeri masih sangat minim.

    Berdasarkan SK Bupati Sarolangun Nomor 391/Disdikbud/2025 tanggal 04 Desember 2025, daftar Penegerian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Sarolangun Tahun 2025, diantaranya, sebagai berikut :

    1. Nama Satuan Paud Lama TK Dharma Bakti menjadi Nama Satuan PAUD Baru TK Negeri Dharma Bhakti Alamat Kampung Tujuh, Cermin Nan Gedang, Sarolangun

    2. Nama Satuan PAUD Lama TK Fajar Islam menjadi Nama Satuan PAUD Baru TK Negeri Fajar Islam alamat Lubuk Resam, Cermin Nan Gedang, Sarolangun, Jambi

    3. Nama Satuan PAUD lama KB Andil Gerincing menjadi Nama Satuan PAUD baru TK Negeri Andil Gerincing alamat Desa Mandiangin Pasar, Mandiangin, Sarolangun,

    4. Nama Satuan PAUD lama TK Rumah Pintar Mandiangin menjadi Nama Satuan PAUD baru TK Negeri Rumah Pintar Mandiangin alamat Desa Mandiangin, Mandiangin, Sarolangun

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Berlangsung Sukses, Pemkab Sarolangun Bersama PGRI Gelar Upacara Peringatan HGN dan HUT Ke-80 PGRI Tahun 2025

    Berlangsung Sukses, Pemkab Sarolangun Bersama PGRI Gelar Upacara Peringatan HGN dan HUT Ke-80 PGRI Tahun 2025

    Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria dan para kepala OPD 

    KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2025, Senin (15/12/2025) di Lapangan Sepakbola, Desa Lubuk Resam, Kecamatan Cermin Nan Gedang.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE yang turut dihadiri Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun.

    Selain itu hadir juga Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, Ketua PGRI Kabupaten Sarolangun Ali Umar, S.Pd, M.Si, Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Para Camat, Para Kepala Sekolah, Para Guru, Para Bunda Paud, Jajaran TP PKK Sarolangun, Jajaran pengurus PGRI Cabang Sarolangun dan para siswa sekolah.

    Pengibaran bendera merah putih dalam rangka upacara HGN dan HUT Ke-80 PGRI

    Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyampaikan amanat Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti.

    Dalam amanat tersebut, Gerry Trisatwika mengatakan bahwa selama satu tahun di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Pemerintah telah melakukan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

    Tahun 2025, Pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidikan D.IV/S.1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru.

    ” Pemerintah memberikan berbagai pelatihan antara lain Pendidikan Profesi Guru, up-grading guru Bimbingan Konseling, Bimbingan Konseling untuk guru-guru non-Bimbingan Konseling. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta peningkatan kompetensi lainnya,” katanya.

    Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika
    Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyerahkan piagam penghargaan kepada guru berprestasi

    Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, lanjut Gerry Trisatwika, Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah perbulan untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru-guru ASN. Bagi guru honorer diberikan insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru.

    ” Pemerintah menyadari berbagai insentif dan tunjangan untuk guru belum sebagaimana yang diharapkan. Tetapi Pemerintah berkomitmen untuk berbuat yang lebih baik,” katanya.

    Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guru honorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan.

    Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri.

    ” Di era digital dan dunia global, tugas guru semakin berat. Guru dihadapkan pada tantangan kehidupan yang semakin hedonis dan materialistis dimana kebahagiaan dan penghargaan atas manusia dihargai sebatas kepemilikan dan kesenangan material,” katanya.

    Ia juga mengatakan Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang kian tinggi, dan apresiasi yang rendah. Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum.

    Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid. Untuk melindungi para guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik.

    Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban. Guru mengemban tugas profetik mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia.

    Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria menyerahkan piagam penghargaan kepada bunda PAUD berprestasi
    Sekda Sarolangun Muhammad Arief menyerahkan piagam penghargaan kepada guru berprestasi

    Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan gawai, judi online, kesulitan ekonomi, keharmonisan keluarga, dan sebagainya. Kehadiran guru kian diperlukan oleh murid di dalam dan di luar kelas sebagai figur inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, dan sahabat dalam suka dan duka.

    ” Untuk tugas mulia itu, idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan. Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri. Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru,” katanya.

    ” Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka. Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga. Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai,” kata dia menambahkan.

    Kepada para murid, Gerry Trisatwika mengingatkan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto. (1) Belajarlah yang Baik!; (2) Cintai Ayah dan Ibu (3) Hormati Guru!; (4) Rukun Sama Teman (5) Cintai Tanah Air dan Bangsa, Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu, Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu.

    ” Terima kasih Bapak dan ibu guru atas semua dharma bhakti yang tak ternilai dengan materi. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa dan negara. Selamat Hari Guru 2025. Guru hebat, Indonesia kuat,” katanya.

    Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyerahkan piala bergilir juara umum porsenijar
    Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad menyerahkan piagam penghargaan kepada guru berprestasi

    Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Sekda Sarolangun Muhammad Arief, Kadis Dikbud Sarolangun Arsyad dan Ketua PGRI Sarolangun Ali Umar menyerahkan piagam penghargaan kepada kepala sekolah, guru dan bunda paud yang berprestasi, serta memberikan piala bergilir juara umum Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) Kabupaten Sarolangun dan diakhiri dengan Poto bersama.

    Poto bersama

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Tahun 2025 ini, Bupati Sarolangun Hurmin Teken SK Perubahan Status Empat Lembaga PAUD Dari Swasta Jadi Negeri

    Tahun 2025 ini, Bupati Sarolangun Hurmin Teken SK Perubahan Status Empat Lembaga PAUD Dari Swasta Jadi Negeri

    Kabid PAUDNI Disdikbud Sarolangun Zulpairi, S.Pd, M.Pd

    KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun pada tahun 2025 terus mendorong program wajib belajar 13 tahun, diantaranya 1 tahun pra sekolah SD yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Berdasarkan data yang dihimpun media ini, ada sebanyak 500 lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Sarolangun, dimana sebelumnya baru ada 4 lembaga PAUD yang berstatus Negeri.

    Namun pada tahun 2025, jumlah lembaga PAUD berstatus Negeri mengalami penambahan sebanyak 4 lembaga PAUD sehingga totalan PAUD Negeri di wilayah Kabupaten Sarolangun menjadi 8 lembaga PAUD.

    Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, melalui Kabid PAUDNI Zulpairi, S.Pd, M.Pd, kepada media online driv.penajambi.co/ mengatakan bahwa penambahan empat lembaga PAUD negeri tersebut telah disetujui dan ditandatangani oleh Bupati Sarolangun H Hurmin.

    " Kita bertahap sehingga ada penambahan hari ini sebanyak 4 paud dan hari ini sudah ditandatangani oleh bapak Bupati Sarolangun sehingga total paud negeri menjadi 8 lembaga," katanya, Kamis (04/12/2025).

    " Selama ini baru ada empat paud yang sudah negeri yakni dua di Sarolangun, 1 kecamatan Singkut dan 1 lagi di Kecamatan Bathin VIII," kata dia menambahkan.

    Zulpairi menyebutkan bahwa Penegrian 4 lembaga PAUD tahun 2025 ini melalui proses verifikasi kelayakan sesuai dengan kriteria untuk di negerikan atau tidak, proses verifikasi itu dilakukan oleh tim Penegerian Satuan pendidikan PAUD Kabupaten Sarolangun.

    " Yang mengusulkan sebanyak 16 lembaga paud, namun kita lakukan verifikasi kelayakannya, sehingga sekian banyak usulan itu baru bisa kita ajukan empat lembaga PAUD," katanya.

    Kedepan lanjutnya, pihaknya akan menggalakkan dan mendorong agar terbentuknya paud atau TK negeri yang ada di desa-desa. Jika dibandingkan dengan jumlah luas wilayah dan jumlah PAUD yang ada, PAUD yang berstatus Negeri masih sangat minim.

    " Maka kita harus dorong, sebenarnya wajib belajar 13 tahun ini minimalnya satu desa satu negeri," katanya.

    Berikut daftar Penegerian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Sarolangun Tahun 2025, diantaranya, sebagai berikut :

    1. Nama Satuan Paud Lama TK Dharma Bakti menjadi Nama Satuan PAUD Baru TK Negeri Dharma Bhakti Alamat Kampung Tujuh, Cermin Nan Gedang, Sarolangun

    2. Nama Satuan PAUD Lama TK Fajar Islam menjadi Nama Satuan PAUD Baru TK Negeri Fajar Islam alamat Lubuk Resam, Cermin Nan Gedang, Sarolangun, Jambi

    3. Nama Satuan PAUD lama KB Andil Gerincing menjadi Nama Satuan PAUD baru TK Negeri Andil Gerincing alamat Desa Mandiangin Pasar, Mandiangin, Sarolangun.

    4. Nama Satuan PAUD lama TK Rumah Pintar Mandiangin menjadi Nama Satuan PAUD baru TK Negeri Rumah Pintar Mandiangin alamat Desa Mandiangin, Mandiangin, Sarolangun

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Harumkan Daerah Di Kancah Nasional, Bupati Sarolangun Hurmin Sampaikan Rasa Terima Kasih Kepada Bunda Paud Desa dan GTK Berprestasi

    Harumkan Daerah Di Kancah Nasional, Bupati Sarolangun Hurmin Sampaikan Rasa Terima Kasih Kepada Bunda Paud Desa dan GTK Berprestasi

    Bupati Sarolangun Hurmin saat menyambut kegiatan silaturahmi bunda Paud Desa dan GTK Berprestasi di tingkat nasional di ruang kerja Bupati Sarolangun

    KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin menyambut baik kegiatan silaturrahmi bersama Bunda PAUD Desa, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) asal Kabupaten Sarolangun yang meraih prestasi dan mengharumkan nama baik daerah di kancah Nasional dan Provinsi Jambi.

    Silaturrahmi tersebut berlangsung pada Kamis (04/12/2025) di Ruang Kerja Bupati Sarolangun, yang berlangsung dengan khidmat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I diwakili Kabid PAUDNI Zulpairi, M.Pd, Kabid PMPTK Syuhairi, SH, M.Si, serta jajaran, Kepala Desa Sungai Baung Alhimni Rusdi, S.Pt.

    Selain itu hadir juga, Bunda Paud Desa dan GTK yang berprestasi tersebut yakni Bunda PAUD Desa Sungai Baung Ny Yani Fitriyati, S.Pd.I, Gr, atas prestasi yang ditorehkan di tingkat nasional sebagai juara 1 Bunda PAUD Desa Inovatif Se-Indonesia dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025.

    Sementara untuk GTK Berprestasi, yakni Masita S.Pd Kepala KB Punti Kayu 1, Juara 1 Tingkat Nasional Kategori Kepala Sekolah Paud Dedikatif, Novila Damayanti, S.Pd juara 1 tingkat nasional GTK kategori Guru Dedikatif asal KB Nurul Islam dalam ajang apresiasi GTK Tahun 2025 tingkat Nasional.

    Lalu, Abridar selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Sarolangun sebagai Juara 1 Kepsek Transformatif Tingkah Provinsi Jambi dan masuk finalis di tingkat Nasional. Kemudian Mahyarudin atas pr stasi Juara 2 Tingkat Provinsi Jambi asal Kepala Labor SMP 22 Sarolangun, dan Meri sebagai juara 2 tenaga administrasi /perpustakaan asal SMP 31 Sarolangun.

    Poto bersama

    Dalam kesempatan itu, Bupati Sarolangun H Hurmin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bunda PAUD Desa Sungai Baung dan GTK yang telah mengharumkan nama baik Kabupaten Sarolangun di kancah Nasional.

    ” Yang jelas saya bangga, telah mengharumkan nama baik Kabupaten Sarolangun di tingkat nasional,” katanya.

    Hurmin juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan bunda paud Desa dan para GTK dalam melaksanakan tugas dengan sangat baik sehingga mendapatkan prestasi yang sangat baik

    ” Alhamdulillah memang ini prestasi yang diraih oleh kawan-kawan kita semua, yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sarolangun. Insa Allah pemerintah kabupaten Sarolangun akan terus mendorong untuk membawa nama harum kabupaten Sarolangun dan membuahkan hasil dan prestasi ini harus di contoh para bunda paud desa dan guru di Sarolangun,” katanya.

    Tentunya, prestasi ini menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Sarolangun, sekaligus mempertegas kualitas dan komitmen tenaga pendidik daerah tersebut dalam mengembangkan layanan pendidikan usia dini. Prestasi ini menunjukkan bahwa Bunda PAUD Desa, Guru dan tenaga kependidikan mampu bersaing secara nasional.

    Penulis : A.R Wahid Harahap