Tag: Lapas Kelas IIB Sarolangun

  • Jumlah WBP Di Lapas Sarolangun Capai 668 Orang, 415 Diantaranya Kasus Narkoba 

    Jumlah WBP Di Lapas Sarolangun Capai 668 Orang, 415 Diantaranya Kasus Narkoba 

    Petugas Pengamanan Masih Kurang Ideal

    Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, Kasi Binadik Jonerwan dan Kasi Adm Kamtib Zulharfendi saat diwawancarai media online driv.penajambi.co/

    KABAR SAROLANGUN – Hingga awal tahun 2026 ini, ada sebanyak 668 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini berada dalam pengawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun.

    Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos melalui Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, A.Md, SE, mengatakan jumlah keseluruhan WBP tersebut terdiri dari 527 Narapidana dan 141 Tahanan.

    Dari segi kasus, paling banyak ada 415 narapidana kasus narkoba, 250 Narapidana kasus Pidana Umum dan 3 orang narapidana Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

    " Jumlah WBP hari ini sebanyak 668 orang pada hari ini, 527 narapidana dan 141 tahanan, kondisi per hari ini," katanya, Selasa (27/01/2026) kepada media online driv.penajambi.co/, didampingi Kasi Adm Kamtib Zulharfendi, S.Pd, MM, dan Kasi Binadik dan Giatja Jonerwan, S.Pd.

    Dengan jumlah WBP tersebut, kata Muslihul Hayat Harahap bahwa dalam melaksanakan pengamanan pihaknya membagi empat tim regu yang terdiri dari delapan orang setiap tim regunya.

    " Inilah petugas yang menjaga 668 WBP ini di tambah piket dan bagian penjagaan, dan mendampingi mengawasi setiap harinya," katanya.

    Namun, menurut mantan Kasi Adm Kamtib Lapas Kelas IIB Tanjung Balai Asahan ini, idealnya dengan kondisi jumlah WBP yang ada di Lapas Kelas IIB Sarolangun, personil pengamanan minimal ada penambahan 12 personil pengamanan.

    ” Kita selalu mengusulkan penambahan untuk petugas pengamanan, karena kami rasakan masih belum cukup dengan jumlah delapan, seperti di blok itu masih satu orang, idealnya minimal dua, di pos itu cuman terisi satu dari empat pos menara. Penambahan minimal 12 orang,” katanya.

    ” Setiap tahun kita sudah menyampaikan kepada pimpinan dan pimpinan sudah melakukan baik itu komunikasi langsung maupun surat menyurat ke atasan kita di wilayah atau pun pusat,” kata dia menambahkan.

    Selain itu, pihaknya juga melakukan pemindahan atau mutasi warga binaan lapas yang ada di lapas Kelas IIB Sarolangun ke lapas lain apabila memang melanggar keamanan dan ketertiban.

    ” Selagi dia tidak mengganggu dan melakukan kegiatan yang dapat melanggar keamanan dan ketertiban, kita masih membuat mereka ada disini, namun apabila ada pelanggaran pada kesempatan, maka pimpinan akan meminta untuk dimutasikan ke lapas lain,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Momen Hari Natal 2025, Lapas Sarolangun Serahkan Remisi Khusus Bagi Enam Narapidana dan Anak Binaan

    Momen Hari Natal 2025, Lapas Sarolangun Serahkan Remisi Khusus Bagi Enam Narapidana dan Anak Binaan

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal saat menyerahkan SK Remisi khusus bagi narapidana dan anak binaan dalam momentum hari natal tahun 2025 secara simbolis

    KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka momentum hari raya Natal Tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun menyerahkan remisi khusus bagi Narapidana dan Pengurangan Masa pidana khusus bagi anak binaan, Kamis (25/12/2025).

    Penyerahan remisi khusus ini diserahkan secara langsung Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos, yang berlangsung di ruang aula Lapas Sarolangun.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, A.Md, SE, Kasi Binadik Jonerwan, S.Pd, Jajaran PJU Lapas Kelas IIB Sarolangun serta para staf Lapas Sarolangun.

    Tampak dalam kegiatan tersebut, enam orang narapidana dan anak binaan Lapas Sarolangun menerima SK pemberian remisi khusus tersebut, yang notabene beragama kristiani tersebut terlihat sangat bahagia karena mendapatkan pengurangan masa pidana 1 bulan hingga 1 bulan 15 hari.

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos menyampaikan amanat Mentri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto 

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, yang menyampaikan amanat dari Mentri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, mengatakan bahwa pemberian remisi bagi narapidana dan anak binaan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada narapidana dan anak warga binaan yang berkelakuan baik

    ” Remisi bentuk sehingga proses pembinaan akan cepat berjalan, karena narapidana dan anak binaan dalam satu periode pembinaan tidak melakukan pelanggaran dan penertiban,” katanya.

    Ada sebanyak 6 orang narapidana dan anak binaan di lapas Sarolangun yang menerima remisi khusus hari raya natal ini dengan mendapatkan pengurangan masa tahanan 15 hari sampai 1 bulan, sementara yang mendapatkan remisi khusus II atau langsung bebas tidak ada.

    ” Kasus kriminal umum dan kriminal khusus seperti narkoba. Di lapas Sarolangun ini 65 persen itu narkoba, 2/3 dari warga binaan. Tidak ada yang mendapatkan remisi khusus II langsung bebas hari ini, cuman pengurangan masa pidana saja, ada yang satu bulan dan ada yang satu bulan 15 hari.

    Ibnu Faizal menambahkan selain bentuk apresiasi, pemberian remisi khusus ini juga sebagai bentuk dorongan agar proses reintegrasi sosial dapat berlangsung secara optimal. Kepada seluruh petugas lapas agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari keterlibatan dalam peredaran narkoba ataupun tindak pidana lai, segala bentuk penyimpangan tidak dapat di toleransi.

    ” Kepada seluruh warga binaan agar terus aktif dalam mengikuti program kegiatan pembinaan,” katanya.

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal bersama Kepala KPLP Muslihul Hayat Harahap, dan Kasi Binadik Jonerwan
    Poto bersama

    Terakhir, Kalapas Sarolangun yang bijaksana inipun mengucapkan selamat kepada narapidana dan anak binaan yang mendapatkan remisi khusus dan pengurangan masa pidana khusus dalam momentum hari natal tahun 2025 ini.

    Pembinaan akan berhasil kalau terjadi reintegrasi dan berkesinambungan antara petugas, warga binaan dan masyarakat, dan ia mengharapkan semoga dapat terwujud pembinaan yang lebih baik di Lapas Sarolangun untuk menuju Indonesia emas.

    ” Semoga dapat merubah prilaku semakin baik dan menyiapkan diri sebaik mungkin untuk kembali lagi ke tengah masyarakat. Selamat merayakan natal tahun 2025 dan selamat menyambut tahun baru 2026,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Jelang Nataru, Keluarga WBP Apresiasi Pelayanan Kunjungan Di Lapas Sarolangun 

    Jelang Nataru, Keluarga WBP Apresiasi Pelayanan Kunjungan Di Lapas Sarolangun 

    Pihak keluarga WBP yang antrian dalam pelayanan kunjungan WBP di Lapas Kelas IIB Sarolangun

    KABAR SAROLANGUN – Menjelang perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, kunjungan pihak keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengalami peningkatan di Lapas Kelas IIB Sarolangun.

    Guna menjaga keamanan dan kondusifitas pelayanan kunjungan, Lapas Sarolangun siap melakukan pelayanan secara prima, profesional, kolaborasi dan komunikasi dengan stakeholder.

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos melalui Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, A.Md, SE mengatakan pihaknya tidak ada membatasi pihak keluarga WBP untuk melakukan kunjungan.

    Hanya saja pihaknya melakukan pelayanan dengan SOP untuk memastikan lapas Sarolangun aman dan kondusif.

    ” Seperti biasa kalau natal dan tahun baru tetap ada kunjungan, biasanya hari libur nasional kunjungan akan melonjak. Makanya kita berkomunikasi dengan stakeholder untuk memastikan lapas aman dan kondusif serta bisa menerima warga yang ingin berkunjung ke dalam, tidak ada batasan,” katanya, Senin (22/12/2025) kepada sejumlah awak media.

    Kunjungan WBP pada hari raya natal dan tahun baru 2026 ini, pihaknya tentu berkomunikasi dengan stakeholder untuk ikut membantu dalam melaksanakan tugas pelayanan kunjungan agar nantinya terlaksana dengan baik, tertib dan kondusif.

    ” Kunjungan pihak keluarga ini tentu untuk memfasilitasi hak para WBP dalam menjalin silaturahmi dengan keluarga di momen seperti sekarang. Hal ini merupakan implementasi dari komitmen jajaran Lapas Sarolangun dalam memberikan kualitas pelayanan publik prima kepada seluruh elemen masyarakat,” katanya.

    Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap saat diwawancarai awak media

    Suasana haru dan bahagia tentu sangat terasa pada saat pengunjung bertemu dengan warga binaan secara langsung, guna bersilaturahmi dan berbagi cerita di momen-momen tertentu.

    Pihak keluarga WBP, bernama Susi, salah seorang pengunjung, mengapresiasi pelayanan kunjungan yang dilakukan oleh petugas lapas Sarolangun.

    ” Terima kasih telah memberikan fasilitas bagi kami untuk bisa berkunjung keluarga, bagaimana petugas mengatur antrian dengan baik,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Lapas Sarolangun Bersama Personil Gabungan Razia Insidentil Ke Kamar Hunian WBP, Sita Alat Cukur Hingga Paku

    Lapas Sarolangun Bersama Personil Gabungan Razia Insidentil Ke Kamar Hunian WBP, Sita Alat Cukur Hingga Paku

    Petugas Lapas Sarolangun dan personil Gabungan saat melakukan penggeledahan badan Warga Binaan Lapas dalam kegiatan razia rutin Insidentil

    KABAR SAROLANGUN – Dalam apel kesiapsiagaaan pengamanan dan pelayanan Natal dan Tahun Baru 2026, Lapas Kelas IIB Sarolangun bersama jajaran stakeholder melakukan razia rutin secara insidentil ke dalam kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

    Razia rutin tersebut berlangsung pada Senin (22/122/2025) di kamar hunian WBP yang ada di Lapas Kelas IIB Sarolangun, dengan dihadiri Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, A.Md, SE bersama jajaran stakeholder seperti TNI, Polri, BPBD, Damkar, Para awak media hingga masyarakat.

    Dari pantauan langsung media online driv.penajambi.co/, tampak personil gabungan tersebut melakukan penggeledahan badan Warga Binaan Lapas Sarolangun dan penggeledahan kamar hunian Warga binaan untuk menggeledah barang bawaan yang memang dilarang berada di dalam kamar hunian.

    Sejumlah barang bawaan WBP pun dilakukan penyitaan oleh personil gabungan, diantaranya ada alat cukur, sendok, karet gelang, sikat gigi yang masih utuh, hingga paku.

    Selain itu, personil gabungan tidak menemukan adanya handphone atau barang elektronik yang sangat dilarang berada di dalam kamar hunian lapas.

    Petugas lapas Sarolangun saat memberikan pembinaan warga binaan

    Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap mengatakan bahwa razia insidentil ini merupakan salah satu deteksi dini dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di lingkungan lapas Sarolangun.

    Apabila di dalam kamar hunian lapas ditemukan barang-barang yang dilarang dibawa, maka akan langsung di sita.

    ” Seperti kawan-kawan lihat langsung di lapangan kita melakukan razia rutin secara insidentil, dengan maksud untuk mencegah dan mendeteksi adanya barang-barang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam lapas,” katanya.

    Pihaknya pun menemukan beberapa pisau cukur hingga paku, yang memang menurut lapas tidak boleh ada di kamar hunian.

    ” Sikat gigi kita patahkan, karena kalau utuh bisa diasah menjadi senjata tajam, makanya kita patahkan untuk menjamin tidak ada senjata tajam di dalam,” katanya.

    Bagi warga binaan lapas yang mau mencukur, pihaknya telah menyediakan tempat yang memang ada petugas serta pengawalan. Sehingga memang, alat-alat cukur diperkenankan berada di ruangan tersebut.

    ” Beda dengan barang terlarang lainnya seperti HP, alat komunikasi dan benda elektronik yang dilarang masuk ke dalam lapas. Maka itu langsung kita periksa karena benda-benda itu tidak diperkenankan dan tidak perbolehkan ada di dalam lapas. Meskipun kita siapkan tempat alat komunikasi, kita ada wartel khusus yang langsung di kelola oleh lapas sendiri dan diawasi oleh petugas,” katanya.

    Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap dan personil gabungan saat memperlihatkan barang sitaan dari kamar hunian lapas Sarolangun

    Ia juga menambahkan tentunya pihak lapas Sarolangun sangat terbuka diri untuk mendapatkan saran maupun masukan dari berbagai pihak.

    Jika memang mengetahui ada benda-benda terlarang atau hal-hal terlarang, silahkan disampaikan ke pihak lapas Sarolangun.

    ” Apabila mengetahui atau mungkin menemukan kita akan tindak lanjuti apakah itu hal-hal yang terlarang.:Apabila ada pelanggaran kita akan berikan sanksi termasuk kepada petugas lapas Sarolangun itu sendiri,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Pastikan Aman dan Kondusif, Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Pelayanan Natal dan Tahun Baru 2026

    Pastikan Aman dan Kondusif, Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Pelayanan Natal dan Tahun Baru 2026

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, Jajaran stakeholder holder yang hadir dalam apel kesiapsiagaaan pengamanan dan pelayanan nataru di lapas Sarolangun

    KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka memastikan dan menjamin keamanan kondusifitas di lingkungan Lapas, Lapas Kelas IIB Sarolangun menggelar apel kesiapsiagaaan pengamanan dan pelayanan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (22/12/2025) di Lapangan Lapas Kelas IIB Sarolangun.

    Kegiatan apel kesiapsiagaan berlangsung secara virtual yang diikuti seluruh lapas/Rutan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi bersama Kantor Wilayah Pemasyarakatan Provinsi Jambi.

    Melalui virtual tersebut, Apel Kesiapsiagaan dipimpin langsung Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jambi Hidayat, Am.IP, SH, MH, yang dihadiri Jajaran Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jambi, Jajaran Kalapas/Rutan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Jajaran TNI, Polri, Damkar, BPBD.

    Dari Kabupaten Sarolangun, hadir langsung Kalapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md.IP, S.Sos, Kapolsek Sarolangun Iptu Roza, Kepala KPLP Lapas Kelas IIB Sarolangun Muslihul Hayat Harahap, A.Md, SE, Kepala BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, MH diwakili Kabid Yen Iswadi, SE, Kepala Dinas Damkar Trianto, S.IP, ME atau mewakili, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sarolangun Ahmad Mulyan, ST, Personil gabungan terdiri personil Lapas, BPBD, Damkar, TNI dan Polri.

    Peserta apel kesiapsiagaaan di lapas Sarolangun secara virtual

    Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jambi Hidayat dalam amanatnya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, jajaran lapas, TNI, Polri, damkar, BPBD yang telah mengikuti kegiatan apel kesiapsiagaaan hari ini.

    Katanya, Keamanan dan ketertiban di lapas memang menjadi tanggung jawab bersama seluruh petugas, namun tentunya tetap mengharapkan dukungan dari semua pihak.

    ” Kita harus meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh prosedur pengamanan dengan disiplin, agar Lapas tetap aman dan kondusif. Saya juga menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan profesional kepada Warga Binaan dan masyarakat,” katanya.

    ” Pengamanan dan pelayanan harus berjalan beriringan. Seluruh lapas/rutan agar bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum serta pihak terkait guna menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama momentum Natal 2025 dan Tahun baru 2026,” kata dia menambahkan.

    Dalam apel kesiapsiagaaan tersebut, Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal menyampaikan laporan langsung secara virtual. Ia menyebut bahwa saat ini jumlah warga binaan di Lapas Sarolangun ada sebanyak 686 orang dengan jumlah petugas 72 orang.

    ” Di Lapas Kelas IIB Sarolangun ada sebanyak 680 warga binaan pemasyarakatan dengan jumlah Petugas sebanyak 72 orang. Untuk Sarana keamanan dalam posisi siap dan kondisi lapas dalam keadaan aman dan kondusif,” katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap bersama jajaran stakeholder seperti TNI, Polri, BPBD, Damkar melakukan Razia rutin secara insidentil secara mendadak, dengan melakukan penggeledahan badan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Kamar Hunian WBP.

    Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap saat diwawancarai awak media

    Usai razia tersebut, Kepala KPLP Lapas Sarolangun Muslihul Hayat Harahap mengatakan bahwa dalam rangka menyongsong natal dan tahun baru, pihaknya jajaran Lapas Sarolangun diperintahkan pimpinan untuk menggelar apel kesiapsiagaaan gabungan bersama TNI, Polri, BNPB, Damkar, unsur-unsur masyarakat lain.

    ” Apel Kesiapsiagaan ini untuk menjamin keberlangsungan keamanan di lapas Sarolangun dan untuk memastikan lapas Sarolangun tetap aman dan kondusif,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Razia Mendadak Terkait Penggunaan HP Oleh WBP, Lapas Sarolangun Temukan Salah Satu WBP Kuasai Satu Unit HP 

    Razia Mendadak Terkait Penggunaan HP Oleh WBP, Lapas Sarolangun Temukan Salah Satu WBP Kuasai Satu Unit HP 

    WBP Atas Nama N. Reza Ditindak Tegas Pindah Ke Blok Khusus 

    Petugas lapas Sarolangun saat melakukan penggeledahan mendadak di kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) terkait penggunaan dan kepemilikan handphone

    KABAR SAROLANGUN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun menyampaikan klarifikasi resmi atas pemberitaan media terkait dugaan penggunaan handphone oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di dalam Lapas.

    Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi dan komitmen dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan pemasyarakatan.

    Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos menjelaskan bahwa setelah menerima informasi dari media elektronik, jajaran pengamanan segera melakukan penggeledahan insidentil dan pemeriksaan internal sesuai prosedur yang berlaku.

    Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas menemukan satu unit handphone Android yang dikuasai oleh WBP atas nama M. Reza Saputra Bin Zainudin.

    Lantas, WBP yang bersangkutan langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh Kesatuan Pengamanan Lapas dan Seksi Keamanan dan Ketertiban.

    Petugas lapas Sarolangun sampai mengendap-endap memeriksa apabila WBP menyimpan barang sampai ke sudut-sudut ruangan

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, WBP tersebut mengakui telah memiliki dan menggunakan handphone di dalam Lapas, yang tentunya telah menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sebagai bentuk penegakan aturan, WBP M. Reza Saputra Bin Zainudin ditempatkan pada blok khusus dengan pengawasan ketat serta diproses untuk penjatuhan sanksi disiplin sesuai ketentuan.

    ” Barang bukti berupa satu unit handphone Android telah dimusnahkan,” kata Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal.

    Ibnu Faizal menegaskan bahwa selain penindakan, Lapas Kelas IIB Sarolangun juga melakukan penguatan langkah-langkah preventif secara berlapis, dimulai dari Pintu Utama (P2U) sebagai garda terdepan pengamanan.

    Kalapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos

    Langkah preventif tersebut meliputi, Pengetatan pemeriksaan terhadap setiap orang, barang, dan kendaraan yang masuk ke area Lapas, Optimalisasi pemeriksaan badan dan barang bawaan petugas, tamu, serta pihak ketiga sesuai SOP, Peningkatan pengawasan terhadap jalur masuk logistik dan kebutuhan dapur.

    Kemudian Pelaksanaan penggeledahan rutin yang dilakukan 3 kali dalam seminggu dan penggeledahan secara insidentil pada blok hunian, Penguatan pengawasan internal serta evaluasi berkala terhadap sistem pengamanan, Pelaksanaan test urin terhadap petugas dan wbp secara rutin dan Pemetaan potensi jalur masuk barang terlarang dan peningkatan kewaspadaan pada jam-jam rawan.

    ” Selain itu, koordinasi internal antar petugas terus ditingkatkan guna memastikan pelaksanaan tugas pengamanan berjalan maksimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Ibnu Faizal.

    Penggeledahan badan bagi warga binaan pemasyarakatan oleh petugas lapas Sarolangun

    Melalui klarifikasi ini, Ibnu Faizal yang baru menjabat Kalapas Sarolangun beberapa bulan ini berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran serta terus memperkuat sistem pencegahan demi menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran barang terlarang, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

    ” Mohon dukungannya, semoga kedepan lapas Sarolangun bisa semakin baik, solid dan aman, tertib serta menjadi lembaga yang semakin mendapatkan kepercayaan publik,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Perayaan Natal Bersama Warga Binaan

    Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Perayaan Natal Bersama Warga Binaan

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal saat berbagi dengan warga dalam perayaan natal

    KABAR SAROLANGUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun menggelar Perayaan Natal Bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bekerja sama dengan Yayasan Nathania Ministry Jambi, pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Lapas Kelas IIB Sarolangun.

    Perayaan Natal ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan beragama Kristen, didampingi oleh petugas Lapas, pembina rohani, serta perwakilan Yayasan Nathania Ministry Jambi. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh suasana damai serta kebersamaan.

    Kalapas Kelas II B Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos dalam kata sambutannya menyampaikan Perayaan Natal bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara spiritual bagi WBP.

    ” Perayaan Natal ini diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan spiritual, membangun ketenangan batin, serta menumbuhkan semangat bagi Warga Binaan Pemasyarakatan untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesabaran, ketaatan, dan optimisme,” katanya.

    Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos

    Selain sebagai bentuk pembinaan rohani, perayaan ini juga menjadi wujud nyata nilai toleransi dan kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan.

    Rangkaian kegiatan diisi dengan ibadah Natal, doa bersama, pujian rohani, serta penyampaian pesan-pesan motivasi yang mendorong warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesabaran, ketaatan, dan optimisme.

    ” Perayaan Natal ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan kerohanian dan pemenuhan hak beribadah warga binaan, sekaligus menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan di lingkungan pemasyarakatan,” katanya.

    Poto bersama

    Pihak Lapas Kelas IIB Sarolangun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas, pembina rohani, serta Yayasan Nathania Ministry Jambi atas dukungan dan kontribusinya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik sebagai wujud nyata pemasyarakatan yang humanis.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Kegiatan Program Pembinaan Kerohanian Perkuat Karakter WBP 

    Lapas Kelas IIB Sarolangun Gelar Kegiatan Program Pembinaan Kerohanian Perkuat Karakter WBP 

    Belajar Mengaji Hingga Tata Cara Mengkafani

    Para warga binaan lapas Sarolangun saat belajar mengaji dan membaca Al-Qur’an

    KABAR SAROLANGUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus berkomitmen dalam melaksanakan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan rutinan kerohanian.

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas pembinaan didampingi peserta magang pada bagian pembina kepribadian dan bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIB Sarolangun.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Registrasi dan Bimkemas) Lapas Kelas IIB Sarolangun, Arsyad, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun dan para penyuluh agama Islam.

    Kegiatan kerohanian tersebut dilaksanakan secara teratur setiap hari kerja dengan berbagai bentuk aktivitas keagamaan. Pada hari Senin diisi dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an, Selasa membaca Iqra, Rabu tahfiz Al-Qur’an dengan ketentuan wajib setoran hafalan minimal lima ayat, Kamis ceramah keagamaan dari Kementerian Agama (Kemenag), serta Jumat ceramah keagamaan yang disampaikan oleh pihak pesantren.

    Para warga binaan lapas Sarolangun saat mengikuti kegiatan tausiah
    Jajaran Lapas Sarolangun, camat Sarolangun Bustra Desman dan penyuluh agama Islam Poto bersama

    Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Registrasi dan Bimkemas) Lapas Kelas IIB Sarolangun, Arsyad, mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan adanya peserta magang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini.

    Program kerohanian sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun belum berjalan secara teratur, dan saat ini telah rutin dilakukan untuk pembinaan bagi warga binaan.

    ” Saat ini, berkat dukungan peserta magang, kegiatan dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih terarah. Selain itu, para WBP juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan kerohanian yang dilaksanakan,” kata Arsyad.

    Para warga binaan lapas Sarolangun saat belajar tata cara mengkafani
    Poto bersama

    Melalui program pembinaan kerohanian ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berharap para WBP dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbaiki sikap serta perilaku, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani pembinaan maupun setelah kembali dan berinteraksi di tengah masyarakat.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Libatkan Warga Binaan, Lapas Sarolangun Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Kangkung serta Ikan Nila dan Patin

    Libatkan Warga Binaan, Lapas Sarolangun Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Kangkung serta Ikan Nila dan Patin

    Jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun bersama warga binaan saat panen sayur kangkung dalam program ketahanan pangan

    KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus berperan aktif dalam mendukung program nasional melalui pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia di dalam lingkungan lapas.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pertanian dan perikanan yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

    Saat ini terdapat dua kebun aktif yang dikelola di dalam lapas. Salah satu kebun dimanfaatkan untuk budidaya sayur kangkung, sementara kebun lainnya juga digunakan untuk kegiatan pertanian produktif.

    Kedua kebun tersebut telah berjalan selama kurang lebih satu tahun dan dikelola sepenuhnya oleh WBP yang telah mengikuti pelatihan resmi sebelum ditugaskan. Dengan bekal pelatihan tersebut, WBP mampu mengelola proses penanaman, perawatan, hingga panen secara mandiri dan berkelanjutan.

    Selain sektor pertanian, Lapas Sarolangun juga mengembangkan budidaya perikanan air tawar berupa ikan nila dan patin. Pengelolaan kolam ikan dilakukan oleh WBP dengan pendampingan petugas lapas, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga pemeliharaan dan panen. Hasil dari kegiatan ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas.

    Panen Sayur kangkung oleh warga binaan lapas Sarolangun

    Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal, A.Md, IP, S.Sos mengatakan program ketahanan pangan ini tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan keterampilan kerja bagi WBP.

    ” Melalui kegiatan pertanian dan perikanan tersebut, WBP dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan produktif sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” katanya.

    Warga binaan lapas Sarolangun dan jajaran Lapas saat melakukan perawatan tanaman sayur kangkung

    Ke depan, Lapas Sarolangun berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

    Penulis : A.R Wahid Harahap