Author: gaskan

  • Artikel : Infrastruktur Jalan “Penyakit Menahun” Kabupaten Sarolangun, From By Warsun Arbain

    Artikel : Infrastruktur Jalan “Penyakit Menahun” Kabupaten Sarolangun, From By Warsun Arbain

    Akses Jalan yang masih jadi perbincangan masyarakat Sarolangun dan Ketua IWO Sarolangun Warsun Arbain

    KABAR SAROLANGUN- Saya mau bilang, persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Sarolangun sebagai “penyakit menahun”, terutama akses utama dari Panca Karya – Lubuk Bedorong – Bukit Bulan, Kecamatan Limun dan wilayah Sepintun Pauh Timur, Kecamatan Pauh yang artinya merupakan persoalan yang muncul setiap tahun bahkan sejak Kabupaten ini berdiri, terlebih lagi di musim hujan.

    Dua wilayah di dua Kecamatan ini selalu menjadi sorotan warga maupun netizen (warga medsos), karena memang jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Kabupaten Sarolangun, sekali lagi, terutama musim hujan yang terjadi saat ini.

    Sebenarnya ada lagi jalan Kabupaten yang juga sering menjadi sorotan warga sekitar, yang juga menjadi jalan tanggungjawab pemerintah Kabupaten Sarolangun yang hingga saat ini juga tak kunjung usai.

    Yaitu jalan Kasiro Batang Asai dan jalan menuju desa Kasang Melintang – Pangkal Bulian, Kecamatan Pauh. Namun pembahasannya sering tidak begitu ramai karena tenggelam oleh pembahasan persoalan jalan Sepintun dan Bukit Bulan tadi.

    Sarolangun secara resmi berdiri sebagai Kabupaten pada 12 Oktober 1999, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

    Yang mana sebelumnya tergabung dengan Kabupaten Merangin yaitu Sarolangun – Bangko (Sarko).

    Jika kita bicara usia, sekarang usia Kabupaten Sarolangun sudah berjalan 26 tahun 2 bulan 21 hari sejak tulisan ini saya buat. Artinya usia berdirinya sejak jadi Kabupaten sendiri sudah cukup matang sebagai Kabupaten dan dewasa secara usia.

    Sejak berdiri sebagai Kabupaten sudah delapan orang menjabat Bupati di daerah ini, baik hasil Pilkada lewat DPRD tahun 2001 yaitu Bupati dan Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten Sarolangun Tahun 2001 terpilih Bupati dan Wakil Bupati H. Muhammad Madel, dan H. Maryadi Syarif.

    Berikut adalah data perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada rentang tahun 2001 – 2005, berdasarkan data belanja infrastruktur yang tersedia:

    2001 : Rp4,86 Miliar

    2002 : Rp18,21 Miliar

    2003 : Rp 32,96 Miliar

    2004 : Rp 27,1 Miliar

    2005 : Rp 49,22 Miliar

    Catatan: Angka di atas merujuk pada data belanja infrastruktur yang bersumber dari Katadata. Data APBD total (pendapatan + belanja) secara utuh tidak dirinci secara spesifik dalam hasil pencarian, namun tren menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun 2001 ke 2005. “Sumber :https://sarolangunkab.go.id/halaman/sejarah”

    Maupun lewat Pilkada Langsung pertama yang dipilih oleh rakyat, yaitu untuk periode 2006 – 2011 yang dimenangkan oleh Hasan Basri Agus (HBA) – Cek Endra.

    Berikutnya dijabat oleh Cek Endra menghabiskan massa jabatan periode 2006-2011 karena saat itu Hasan Basri Agus (HBA) maju sebagai calon Gubernur Jambi periode 2010 – 2015 dan menang berpasangan dengan H Fachrori Umar.

    Berikutnya di pilkada untuk periode 2011- 2016 dimenangkan oleh Cek Endra – Pahrul Rozi.

    Dan untuk mengisi kekosongan menjelang Pilkada untuk periode 2017 – 2022 diisi oleh Penjabat (Pj) Bupati Arief Munandar.

    Di pilkada untuk periode 2017 – 2022 tersebut Cek Endra kembali maju berpasangan dengan Hillalatil Badri dan menang dengan persentase mencapai 55,76% saat itu. Sumber: data KPU.

    Artinya untuk seorang H Cek Endra sendiri sudah terlibat lebih kurang selama 15 tahun dalam kancah politik kekuasaan di Kabupaten Sarolangun, termasuk sebagai wakil.

    Lagi-lagi persoalan dua jalan poros utama di dua Kecamatan yang saya sebutkan diatas hingga saat ini masih jadi persoalan menahun yang tak kunjung usai. Sekali lagi terlebih di musim hujan.

    Selanjutnya menjelang Pilkada tahun 2024, Kabupaten Sarolangun tiga kali berganti pimpinan seorang Penjabat (Pj) Bupati, pertama Henrizal, kedua Bachril Bakri dan ketiga Bahri, dua orang terakhir merupakan pejabat Kementerian Dalam negeri (Kemendagri).

    Sementara itu untuk saat ini Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sarolangun dijabat oleh H Hurmin dan Gerry Trisatwika yang merupakan hasil pilkada langsung pada November 2024 dan dilantik pada 20 Februari 2025. Sumber: https://sarolangunkab.go.id/halaman/kepala-daerah-sarolangun-dari-masa-ke-masa

    Bukan tak pernah dianggarkan

    Sebenarnya jika kita bicara soal anggaran pembangunan jalan tersebut, beberapa kali di pemerintah sebelumnya juga sudah sering dianggarkan hanya saja mungkin belum maksimal atau pola pengerjaannya yang tidak maksimal.

    Bahkan pada periode keduanya H Cek Endra mengatakan sudah total Rp100 miliar digelontorkan pemerintah daerah untuk jalan poros wilayah Pauh Timur, Kecamatan Pauh tersebut. Sumber: Berita online saat kunjungan H Cek Endra ke Sepintun, Senin (18/02/2020).

    Hal sama juga pernah dilakukan untuk jalan Bukit Bulan. Anggaran besar yang digelontorkan untuk pembangunan jalan di kawasan Meribung (Bukit Bulan), Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada sekitar tahun 2015-2016 mencapai angka Rp 31 miliar.

    Berikut detail terkait anggaran tersebut:

    Proyek: Perbaikan/peningkatan jalan ruas Panca Karya – Meribung.

    Sumber Dana: Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

    Konteks Waktu: Anggaran ini sempat menjadi sorotan dan dilaporkan ke pihak berwajib terkait dugaan korupsi pada tahun-tahun berikutnya (sekitar 2018) karena pekerjaannya yang dinilai bermasalah.

    Persoalan rusak parah jalan ini pernah saya tulis di : https://jambi.antaranews.com/berita/326881/kerusakan-jalan-panca-karya-meribung-parah

    Solusi pembangunan skala prioritas dan Multiyears

    Jika kita bicara ukuran atau panjang jalan rusak di Sepintun, Sarolangun, khususnya ruas menuju Trans 3 SAD (Desa Sepintun), memiliki panjang sekitar 15 kilometer dan jalan Pitco-Sepintun (sekitar 24 km) yang kondisinya juga memprihatinkan.

    Sementara Jalan Poros Bukit Bulan di Kecamatan Limun, Sarolangun, mengalami kerusakan parah sepanjang sekitar 20 kilometer.

    Jika kita bicara APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), Kabupaten Sarolangun sendiri sudah mencapai Rp 1 Triliun lebih sejak tahun 2016.

    APBD Sarolangun tahun anggaran 2016 mulai dibahas dan diproses pada akhir tahun 2015, seperti yang terlihat dari berita Desember 2015 yang menyatakan APBD 2016 masih dalam kajian Pemprov Jambi, dan Peraturan Daerah (Perda) No. 11 Tahun 2015 mengatur APBD 2016, yang kemudian diubah dengan Perda No. 6 Tahun 2016, menunjukkan bahwa penyusunan dan penetapannya dimulai pada tahun sebelumnya (2015).

    Sumber : https://peraturan.bpk.go.id/Details/45204/perda-kab-sarolangun-no-6-tahun-2016.

    Dan sekarang APBD Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2026 telah disetujui dan disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada November 2025, dengan total pendapatan direncanakan sekitar Rp1,26 triliun, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp124,38 miliar dan dana transfer mencapai Rp1,006 triliun.

    Jalan Panca Karya – Meribung pernah dianggarkan pada tahun 2025 lalu. Yaitu Rp 31 Miliar (Direncanakan 2025 – Batal): Terdapat rencana anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 31 miliar untuk perbaikan jalan Panca Karya – Meribung. Namun, proyek ini dikabarkan batal/tertunda pada awal 2025 karena pemotongan anggaran dari pusat atau dampak efisiensi. Sumber (KMK Nomor 29 tahun 2025).

    Artinya jika kita melihat berbagai catatan dari pola pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun, dan dengan jumlah APBD yang ada hingga saat ini sejak tahun 2016 yang APBD nya mencapai Rp 1 Triliun lebih, jika pola pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi persoalan menahun ini dimasukkan dalam skala prioritas.

    Bukan tidak mungkin persoalan menahun ini akan cepat selesainya. Karena jalan yang menjadi persoalan menahun hingga saat ini merupakan urat nadi aktifitas perekonomian maupun aktifitas penting lainnya bagi masyarakat masing-masing wilayah tersebut.

    Solusi berikutnya tentu saja dengan pola pembangunan Multiyears (Tahun Jamak), yaitu metode perencanaan dan pembiayaan proyek pemerintah (pusat/daerah) yang pelaksanaannya memakan waktu lebih dari satu tahun anggaran, menggunakan “Induk Kontrak” yang mencakup total nilai dan durasi, membagi pembayaran secara bertahap sesuai tahun anggaran.

    Dan bertujuan untuk menyelesaikan proyek besar seperti infrastruktur yang membutuhkan dana besar dan waktu lama (jembatan, jalan, gedung), memastikan kualitas, pemerataan pembangunan, serta efisiensi anggaran tanpa terputus di setiap pergantian tahun.

    Prinsip Utama

    Durasi Lebih dari 1 Tahun: Kontrak membebani APBN/APBD selama lebih dari satu tahun anggaran, dengan penyelesaian pekerjaan bisa lebih dari 12 bulan.

    Satu Kesatuan Output: Pekerjaan secara teknis merupakan satu kesatuan yang menghasilkan satu output (misalnya, satu jembatan, bukan bagian-bagian kecilnya).

    Kontrak Induk: Ada satu “kontrak induk” (Contract Header) yang mencatat total nilai dan jangka waktu, lalu pembayaran dianggarkan per tahun dalam sistem.

    Regulasi : Diatur dalam berbagai peraturan pemerintah dan menteri (seperti PMK, Permendagri) untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi.

    Contoh Penerapan

    Infrastruktur Besar: Pembangunan jembatan, jalan, gedung perkantoran, atau irigasi yang memerlukan dana besar dan waktu pengerjaan panjang.

    Kegiatan Berkelanjutan: Penanaman bibit, penghijauan, pelayanan rutin (sampah, cleaning service) yang tidak bisa berhenti di akhir tahun.

    Manfaat

    Efisiensi & Kualitas: Memungkinkan proyek skala besar selesai tepat waktu dengan kualitas lebih baik karena perencanaan jangka panjang, tidak terputus karena anggaran tahunan.

    Pemerataan: Membantu pembangunan merata di seluruh wilayah dengan membagi biaya proyek besar secara bertahap (misal, selama masa jabatan kepala daerah).

    Kapasitas Kontraktor: Memberi kesempatan kontraktor dengan modal kuat untuk mengerjakan proyek besar karena pembayaran dicicil.

    Tata Cara (Sederhana)

    Perencanaan: PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) membuat paket multiyears di sistem (SIRUP/SPSE) dengan mencantumkan total nilai, uraian, spesifikasi, dan izin multiyears.

    Persetujuan: Membutuhkan persetujuan dari KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan izin dari instansi terkait (seperti Kemenkeu/DPRD).

    Perekaman Kontrak: Di sistem keuangan, direkam sebagai “Kontrak Header” Multiyears dengan tipe kontrak Multiyears, mencatat nilai total dan jangka waktu lintas tahun.

    Pencairan: Pencairan dilakukan setiap tahun sesuai pagu anggaran tahunan yang disetujui (pembayaran bertahap). Sumber: Google.

    Penulis : Warsun Arbain, seorang Jurnalis dan ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sarolangun

  • Peringatan HAB Ke-80 Kemenag Tahun 2026 Berlangsung Sukses, Bupati Sarolangun Hurmin Sampaikan Amanat Mentri Agama RI Nasaruddin Umar 

    Peringatan HAB Ke-80 Kemenag Tahun 2026 Berlangsung Sukses, Bupati Sarolangun Hurmin Sampaikan Amanat Mentri Agama RI Nasaruddin Umar 

    Bupati Sarolangun Hurmin, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar, Dandim Letkol Inf Yakhya, beserta rombongan saat tiba di Kantor Kemenag Sarolangun dalam peringatan HAB KE-80

    KABAR SAROLANGUN – Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Sarolangun dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” berlangsung dengan sukses, Sabtu (03/01/2026) di Lapangan Upacara, Kantor Kemenag Sarolangun.

    Bupati Sarolangun H Hurmin bertindak sebagai Pembina upacara, menyampaikan langsung amanat Mentri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA, kepada para ASN seluruh jajaran kementerian agama Kabupaten Sarolangun.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE, Waka II DPRD Provinsi Jambi Samsul Riduan, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos, M.Han, Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, S.Ag, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH atau mewakili, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Para Staf Ahli Bupati Sarolangun, Para PJU Kemenag Sarolangun.

    Hadir juga para pengurus organisasi DWP di lingkungan Kemenag Sarolangun, Para Kepala KUA Kecamatan se-Kabupaten Sarolangun, Para kepala sekolah Madrasah, Para guru, para penyuluh agama Islam,Tokoh masyarakat, Tokoh lintas sektor agama serta para siswa sekolah.

    Peserta upacara
    Bupati Sarolangun Hurmin saat membacakan pidato Mentri Agama RI Nazaruddin Umar

    Dalam amanatnya, Bupati Sarolangun H Hurmin mengatakan bahwa dalam momebtum memperingati Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energi kebangsaan.

    ” Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” katanya.

    Dalam catatan sejarahnya, kata Hurmin, bahwa kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini.

    Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

    ” Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa,” katanya.

    Selain itu, sepanjang tahun 2025, tentunya seluruh jajaran Kementerian Agama telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak.” Hal itu membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang dilakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat.

    ” Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum,” katanya.

    Bupati Sarolangun Hurmin menyerahkan penghargaan Madrasah sehat
    Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika menyerahkan penghargaan KUA terbaik

    Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan, semua pihak terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang melebihinya.

    Melalui program Desa Sadar Kerukunan, tentunya juga memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar menuju praktik nyata di tengah masyarakat. Semua ikhtiar ini menegaskan satu komitmen, setiap langkah dan kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi.

    ” Dalam merespons tantangan zaman, kita perlu menengok kembali lembaran sejarah peradaban. Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Kita mengenang Baitul Hikmah pada abad pertengahan sebagai pusat intelektual global pada masanya,” katanya.

    ” Ia bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini,” kata dia menambahkan.

    Poto bersama
    Poto bersama

    Selain itu, saat sekarang ini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity— di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, tentunya tidak boleh sekadar menjadi penonton, melainkan harus memiliki kedaulatan AI.

    Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan.

    ” Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilainilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” katanya.

    Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.

    Sesuai tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” marilah bersama untuk satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

    ” Selamat Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama. Teruslah mengabdi, teruslah menjadi cahaya pencerah bagi bangsa,” katanya.

    Bupati Sarolangun Hurmin, Wabup Gerry Trisatwika, Kepala Kemenag M Syatar saat meninjau kegiatan khitanan massal

    Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sarolangun H Hurmin beserta jajaran forkopimda melakukan penyematan tanda jasa kehormatan dan panca Prasetya bagi para ASN kemenag dengan masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Kemudian, penyerahan Mesjid teladan, penyerahan penghargaan tata kelola perpustakaan dan kearsipan tingkat Madrasah, penyerahan penghargaan Madrasah Sehat, penyerahan penghargaan KUA terbaik, pemberian santunan anak yatim serta peninjauan kegiatan khitanan massal.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Sambut Tahun Baru 2026, Bupati Sarolangun Hurmin Ajak Masyarakat Berdzikir

    Sambut Tahun Baru 2026, Bupati Sarolangun Hurmin Ajak Masyarakat Berdzikir

    Bupati Sarolangun Hurmin, Kapolres AKBP Wendi Oktariansyah, jajaran Forkopimda dan masyarakat Sarolangun saat melaksanakan dzikir dan doa bersama menjelang malam pergantian tahun baru 2026

    KABAR SAROLANGUN – Dalam Rangka menyambut tahun baru Masehi 2026, Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Forkopimda menggelar kegiatan Sholat Maghrib Berjamaah dilanjutkan Yasinan, Dzikir, dan Do’a Bersama, Rabu (31/12/2025) Malam di Masjid Alfalah Sarolangun.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Sarolangun H Hurmin, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, para asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun serta tokoh ulama, tokoh agama dan segenap masyarakat Sarolangun.

    Bupati Sarolangun H Hurmin

    Dalam kesempatan itu, Bupati Sarolangun Hurmin mengimbau kepada seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa, Imam Masjid hingga ketua-ketua BKM-BTM se-Kabupaten Sarolangun untuk melaksanakan dzikir atau tahlilan, doa, serta muhasabah.

    ” Kepada seluruh umat beragama di Kota Sarolangun hingga Kecamatan Kecamatan untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” katanya.

    Bupati Sarolangun Hurmin menekankan sebagaimana dalam surat imbauan melalui surat nomor : Dalam Surat Edaran Nomor 400/0593/KESRA/2025 tersebut, agar momen pergantian tahun tidak dirayakan secara berlebihan. Sebaliknya, warga dihimbau untuk mengisi malam tahun baru dengan memperbanyak kegiatan keagamaan dan dzikir bersama.

    ” Hal ini dilakukan dengan tadarusan pada setiap masjid, baik yang dilaksanakan oleh BKM, Ibu-ibu Majelis Ta’lim dan mengumandangkan Ayat Suci Al- Qur’an dari sound speaker sampai dengan pukul 23.00 Wib,” katanya.

    Selain itu juga, imbauan ini berlaku kepada para Imam Masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan ormas lainnya mengajak kepada masyarakat dan atau Jamaah Masjid.

    Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria beserta jajaran
    Poto bersama

    Sementara, para pimpinan jemaat Gereja, tokoh agama Hindu, Budha maupun Konghucu di wilayah Kota Sarolangun, untuk mengajak seluruh jemaat memanjatkan doa, harapan dan keselamatan serta kedamaian Kabupaten Sarolangun dalam setiap pelaksanaan ibadah di rumah ibadah masing-masing.

    ” Kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Sarolangun, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengajak untuk selalu menjaga kebersamaan dan toleransi antar umat beragama demi terciptanya kedamaian dan ketentraman dalam masyarakat yang religius dan berbudaya,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Galang Donasi 39 Juta Rupiah, PMI Sarolangun Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Di Sumatera Barat 

    Galang Donasi 39 Juta Rupiah, PMI Sarolangun Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Alam Di Sumatera Barat 

    Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat Sarolangun 

    Sekretaris PMI Sarolangun Deni Kurnia Rahman bersama relawan PMI saat menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatra Barat

    KABAR SAROLANGUN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sarolangun menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Barat.

    Hal itu tentunya sebagai bentuk kepedulian sosial atas musibah banjir bandang dan longsor serta bencana alam galodo yang terjadi pada akhir bulan November 2025 yang lalu.

    Penggalangan donasi yang berlangsung pada 30 November 2025 sampai 09 Desember 2025, dengan donasi yang terkumpul sebesar Rp 39 juta lebih, lebih tepatnya Rp 39.035.200,-

    Ketua PMI Kabupaten Sarolangun Aryo L Fajrin, S.IP, kepada media online driv.penajambi.co/, Rabu (31/12/2025) mengucapkan turut belasungkawa atas bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan tersebut.

    " Alhamdulillah, kita mengumpulkan donasi sebesar 39 juta rupiah lebih, donasi berasi dari partisipasi masyarakat Sarolangun dan berbagai pihak melalui PMI," katanya, didampingi Sekretaris PMI Deni Kurniawan Rahman dan para relawan PMI.

    Aryo menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sarolangun yang telah ikut berpartisipasi, dan tentunya semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban bencana alam yang ada di Sumatera Barat khususnya.

    Relawan PMI Sarolangun saat mengunjungi tenda pengungsian korban bencana alam di Sumbar

    Penyaluran bantuan tersebut berlangsung selama enam hari dari tanggal 09 sampai 14 Desember 2025, dengan mengirimkan tim relawan PMI Sarolangun sebanyak 5 orang.

    ” Tim relawan PMI Kabupaten Sarolangun yang berangkat berjumlah 5 orang dan mendistribusikan bantuan serta membantu warga dari tanggal 9 hingga 14 Desember 2025 kemarin,” katanya.

    Bantuan yang disalurkan oleh PMI Sarolangun diberikan kepada korban bencana alam secara langsung dalam berbagai bentuk bantuan, diantaranya bantuan sembako, Pakaian dalam, dan Ari Bersih, di wilayah Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

    Bantuan Air bersih bagi korban bencana alam di Sumbar dari PMI Sarolangun

    Titik penyaluran bantuan tersebut diantaranya Nagari Kotosani, Nagari Saniang Baka, Nagari Muaro pingai, Nagari Gantuan Ciri, Jorong Sawah Sudut Nagari Selayo, Nagari Paninggahan, Koto ilalang dan wilayah Danau duo.

    ” Alhamdulillah penyaluran bantuan dari PMI Sarolangun berjalan dengan baik, dan kita ucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah memberikan sumbangsih dan kepedulian kepada saudara kita tertimpa musibah bencana alam,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Jelang Malam Pergantian Tahun Baru 2026 Di Sarolangun, Personil Gabungan Disiagakan

    Jelang Malam Pergantian Tahun Baru 2026 Di Sarolangun, Personil Gabungan Disiagakan

    Apel Gabungan Dipimpin Kapolres AKBP Wendi Oktariansyah 

    Kegiatan apel gabungan dalam pengamanan malam tahun baru 2026

    KABAR SAROLANGUN – Menjelang malam pergantian tahun baru 2026, personil gabungan disiagakan dalam rangka upaya pelaksanaan pengamanan dalam perayaan malam yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat.

    Ratusan personil gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Damkar, Dinkes, PMI mengikuti apel gabungan, Rabu (31/12/2025) di Halaman Rumah Dinas Bupati Sarolangun.

    Apel gabungan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, bersama Bupati Sarolangun H Hurmin yang berjalan dengan lancar.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz, Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH, Kasat Pol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kadis Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, ME, Kadis Perhubungan Kabupaten Sarolangun Supriyanto, S.IP, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kabag OPS Polres Sarolangun AKP Angga Luvyanto dan jajaran PJU Polres Sarolangun.

    Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Bupati Sarolangun Hurmin dalam apel gabungan pengamanan malam pergantian tahun baru 2026

    Dalam amanatnya, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah mengatakan bahwa apel gabungan ini dalam rangka upaya menciptakan Sitkamtibmas yang kondusif, aman dan terkendali di wilayah Kabupaten Sarolangun selama pergantian malam Tahun Baru 2026.

    Polres Sarolangun serta seluruh tim gabungan akan memberikan pelayanan pengamanan kepada warga masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan pergantian malam Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

    ” Dalam pelaksanaan apel sore hari ini ada satu hal yang kita rencanakan, belum tentu itu berhasil apalagi sama sekali tidak kita rencanakan. Jadi hal pergantian tahun ini Apabila pengamanan kita tidak pas untuk melaksanakan titik-titik pengamanan yang nanti disampaikan oleh Kabag ops lebih luasnya,” katanya.

    AKBP Wendi Oktariansyah juga mengatakan untuk pelaksanaan pengamanan malam pergantian tahun, pihaknya juga menyampaikan akan TFG atau Tactical Forgame, yang tentunya agar dipahami oleh seluruh aparat gabungan keamanan.

    ” Kita lihat mungkin hanya seperti mainan karena memang di belakangnya ada game namanya untuk menggambar situasi di lapangan, ini ada juga peta dan juga mobil baik personil dan lain sebagainya itu untuk menggambarkan skala di mana kita mesti apa, duduk di mana, kita mesti apa berdiri, untuk mengatur jalan dan lalu lintas untuk pengamanan pergantian tahun baru,” katanya.

    ” Jadi tolong rekan-rekan nanti ikuti Tactical forgame dengan seksama untuk pelaksanaan pengamanan, agar kita mengerti pada saat di lapangan apa saja yang mesti kita lakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” kata dia menambahkan.

    Kapolres AKBP Wendi Oktariansyah, Bupati Sarolangun Hurmin, Jajaran Kepala OPD, PJU Polres Sarolangun yang hadir
    Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah saat menyampaikan arahan kepada personil gabungan

    Maka iapun meminta seluruh personil gabungan sama-sama mendukung dalam kegiatan pengamanan pergantian tahun ini, agar masyarakat merasa aman, nyaman dan hikmat untuk melaksanakan pergantian tahun baru.

    ” Sekali lagi terima kasih untuk pelaksanaan sore hari ini nanti bisa diikuti sampai selesai, bersama kita bisa untuk menuju sarolangun MAJU,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Polres Sarolangun Ungkap 442 Kasus Kejahatan dan Narkoba Sepanjang 2025

    Polres Sarolangun Ungkap 442 Kasus Kejahatan dan Narkoba Sepanjang 2025

    Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi saat pers rilis akhir tahun 2025

    KABAR SAROLANGUN – Polres Sarolangun berhasil mengungkap 442 kasus kejahatan dan narkoba di sepanjang tahun 2025 ini. Ratusan kasus tersebut terdiri dari pengungkapan sebanyak 96 kasus kejahatan oleh Sat Reskrim, 195 oleh Polsek Jajaran dan 150 kasus Narkoba, yanng mencakup tindak kriminal serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. Melalui Waka Polres Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH., mengungkapkan selain pengungkapan kasus kejahatan dan narkoba jajarannya juga menindak pelanggaran lalu lintas dan laka lantas.

    ” Selama tahun 2025, kami juga menangani penyelesaian perkara laka lantas sebanyak 97 perkara dan dalam proses sebanyak 22 perkara,” katanya, Selasa (30/12/25) dalam kegiatan pers rilis akhir tahun di Mapolres Sarolangun.

    Dalam kesempatannya, ia juga mengungkapkan secara umum dinamika kriminalitas di wilayah hukum Polres Sarolangun menunjukkan fluktuasi.

    Pada 2024, jumlah kasus Kejahatan mengalami kenaikan 61 kasus, dan kasus Narkoba mengalami kenaikan 31 kasus. Meski demikian, sebagian besar perkara berhasil ditangani oleh kepolisian.

    Dari total 323 kasus Kejahatan tersebut, sekitar 238 telah selesai ditangani, sisa lainnya masih dalam proses penyidikan. Jenis kejahatan yang paling banyak terjadi didominasi oleh pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 58 kasus.

    Kasus kejahatan yang menonjol sepanjang 2025 antara lain pencurian dengan kekerasan (Curat) 58 kasus dan pencurian biasa sebanyak 55 kasus, pencurian ringan 48 kasus, serta kasus penggelapan sebanyak 32 kasus.

    Dalam penanganan kasus narkoba, Polres Sarolangun mencatat sebanyak 116 kasus sepanjang Januari-Desember 2025 dengan total tersangka 141 laki-laki dan 9 perempuan. Rinciannya terdiri atas 1,947,22 Gram Sabu, 212,81 Gram Ganja dan 523 kasus obat-obatan berbahaya (pil ekstasi).

    Di bidang lalu lintas, Polisi mencatat sepanjang 2024 terjadi 3,183 pelanggaran tilang lalu lintas dan 84 kasus kecelakaan lalu lintas.

    ” Sementara pada 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas menurun menjadi 2,986 kasus tilang, Angka kecelakaan meningkat menjadi 120 kasus atau naik 36 kasus dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

    Kompol Aswindo Indriadi juga menyebutkan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sarolangun, di antaranya Jalan Lintas Kecamatan Batin VIII, serta Jalan Raya Singkut – Mandiangin.

    Untuk menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, Polres Sarolangun terus meningkatkan upaya preventif dan preemtif melalui patroli rutin, razia cipta kondisi, serta sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

    ” Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melapor apabila mengetahui atau menemukan potensi gangguan kamtibmas,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Puncak Peringatan HUT DWP Ke-26 Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Sarolangun Berlangsung Sukses 

    Puncak Peringatan HUT DWP Ke-26 Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Sarolangun Berlangsung Sukses 

    Bupati Sarolangun Hurmin, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria, Sekda Sarolangun Muhammad Arief, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati, dan jajaran DWP poto bersama dalam puncak HUT DWP Ke-26 Tahun 2025

    KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP yang ke-26 Tahun 2025 tingkat Kabupaten Sarolangun, Selasa (30/12/2025) di Pondopo Lapangan Gunung Kembang, Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun yang berlangsung dengan sukses.

    Kegiatan tersebut tampak dihadiri Bupati Sarolangun H Hurmin, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, S.Sos, Para asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S. STP, MH, Para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Direktur RSUD Sarolangun dr Bambang Hermanto, M.Kes, Direktur Perumda TSB Sarolangun Muliyadi, SE, Jajaran pengurus DWP Sarolangun serta tamu undangan lainnya.

    Pada kesempatan itu, puncak peringatan HUT DWP ini diawali dengan kegiatan jalan santai dan senam bersama dan pelepasan balon HUT DWP ke-26, yang begitu meriah serta penuh kekompakan dan kebersamaan.

    Kegiatan senam bersama
    Pelepasan balon HUT DWP Ke-26 Tahun 2025

    Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief mengatakan peringatan HUT DWP bukan hanya sebagai seremonial belaka, melainkan momentum refleksi dan penguatan peran sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa dengan mengusung tema peran strategis dharma Wanita dalam pendidikan anak bangsa untuk Indonesia emas 2045.

    ” DWP mengajar, mendidik dengan hati, menginspirasi negeri, kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi tetapi juga oleh kekuatan keluarga karakter generasi dan ketangguhan perempuan,” katanya.

    Kata Lilis Sumiati, untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang memberikan Asih, Asuh dan Asah. Asih berarti kasih sayang, asuh yaitu nutrisi dan perawatan serta asah yaitu stimulasi dan pendidikan yang cukup. Oleh karena itu peran keluarga khususnya peran perempuan dalam keluarga sangatlah penting untuk memastikan setiap anak tumbuh sesuai potensinya.

    ” Di usia yang terus bertambah semoga Dharma Wanita Persatuan semakin matang dalam visi, kuat dalam peran dan luas dalam manfaat. Mari kita rawat kebersamaan ini dengan cinta, kita jaga organisasi ini dengan amanah dan kita jalani peran ini dengan sepenuh hati,” katanya.

    Ia juga berharap Ke depan dharma wanita persatuan diharapkan semakin memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan masyarakat, kesadaran kesehatan keluarga penguatan ekonomi perempuan, penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika sosial.

    Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief

    Serta menjadikan organisasi dharma wanita persatuan sebagai organisasi yang bukan hanya aktif dalam kegiatan tetapi juga hidup dalam nilai, bukan hanya solid dalam struktur tetapi juga hangat dalam rasa kebersamaan.

    ” Semoga Dharma Wanita Persatuan senantiasa menjadi cahaya dalam keluarga lentera dalam masyarakat dan pelita dalam perjalanan bangsa menuju masa depan Indonesia,” katanya.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Risha Fitria selaku Penasehat DWP Sarolangun mengucapkan selamat melaksanakan acara puncak peringatan HUT Dharma wanita persatuan Kabupaten Sarolangun yang ke-26 tahun 2025.

    Tentunya dengan seiring bertambahnya usia, ia berharap organisasi ini semakin solid dan menjadi pilar penting dalam mendukung visi pembangunan Kabupaten Sarolangun yang tercinta.

    ” Sesuai dengan tema tahun ini mengenai Indonesia emas 2045, peran ibu-ibu sebagai istri ASN sangatlah strategis, saya ingin menekankan beberapa poin yang juga menjadi fokus kita Kabupaten Sarolangun antara lain pertama, akselerasi penurunan Stunting. Kedua pendidikan karakter dan kearifan lokal, ketiga literasi digital keluarga,” katanya.

    ” Pendidikan anak bangsa tidak akan maksimal jika fisiknya tidak sehat, maka saya mengajak Dharma wanita persatuan untuk turun langsung ke masyarakat menjadi duta penurunan stunting di lingkungan masing-masing pastikan setiap anak terpenuhi gizi,” kata dia menambahkan.

    Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin

    Sebagai penasehat DWP, Risha Fitria juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang suami di kantor tidak lepas dari peran ibu-ibu yang mendukung atau yang memberikan peran serta. Maka dari itu, ia mengajak seluruh pengurus DWP untuk memperkuat ketahanan ekonomi, manfaatkan program pemberdayaan perempuan untuk membantu ekonomi keluarga melalui UMKM atau pemanfaatan lingkungan, jaga nama baik instansi jadilah contoh bagi masyarakat dalam pola hidup sederhana dan bersahaja.

    ” Mari kita bersinergi dengan peran Pemerintah Daerah untuk mewujudkan visi Sarolangun maju, jadikan dharma wanita persatuan sebagai wadah untuk menebar manfaat bagi kita semua,” katanya.

    Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin dalam arahannya mengatakan atas nama pribadi dan keluarga serta Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan selamat ulang tahun DWP yang ke-26. Semoga peringatan ulang tahun ini semakin memperkokoh, semangat pengabdian kebersamaan serta komitmen Dharma wanita persatuan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan keluarga.

    ” Dharma wanita persatuan merupakan organisasi yang memiliki sangat penting dan strategis khususnya dalam mendukung tugas dan pengabdian para aparatur, khususnya dalam mendukung tugas dan pengabdian para aparatur sipil negara, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam membangun keluarga yang harmonis dan berdaya saing serta peningkatan kesejahteraan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” katanya.

    Hurmin juga menyebutkan bahwa organisasi Dharma wanita persatuan juga berperan dalam menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga budaya serta kearifan lokal. Iapun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota Dharma wanita persatuan Kabupaten Sarolangun atas dedikasi, kerja keras dan kontribusi nyata yang telah diberikan selama ini.

    Bupati Sarolangun H Hurmin

    ” Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa Dharma wanita persatuan mampu menjadi organisasi yang aktif, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

    Seiring dengan dinamika Pembangunan dan perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Oleh karena itu, Hurmin juga berharap Dharma wanita persatuan terus melakukan pembenahan dan penguatan organisasi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan aplikasi informasi.

    ” Dharma Wanita Persatuan diharapkan dapat menjadi organisasi yang modern, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan organisasi, peningkatan keterampilan anggota, kemitraan menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan,” katanya.

    Peringatan ulang tahun ini hendaknya menjadi momentum evaluasi dan refleksi sejauh mana peran dan kontribusi yang telah diberikan serta menjadi titik awal untuk merancang langkah-langkah strategis ke depan.

    Dengan kebersamaan kekompakan dan semangat gotong royong, ia meyakini kedepan organisasi Dharma wanita persatuan Kabupaten Sarolangun akan semakin maju.

    ” Saya juga berpesan agar Dharma wanita persatuan terus menanamkan nilai-nilai integritas dan keteladanan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat. Sebagai istri ASN bagian dari keluarga besar pemerintah daerah, anggota Dharma Wanita diharapkan dapat menjadi contoh yang baik, baik dalam bersikap, bertutur kata maupun dalam berprilaku di tengah masyarakat,” katanya.

    Pemotongan nasi tumpeng HUT DWP Ke-26 Tahun 2025

    Dalam kegiatan tersebut, diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria didampingi Bupati Sarolangun Hurmin, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati, Sekda Sarolangun Muhammad Arief dan jajaran, serta diakhiri dengan pemberian sembako, doorprize dan Poto bersama.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Pemkab Sarolangun Apresiasi Peran Nyata Polres Sarolangun Bantu Percepatan Program MBG di Sarolangun

    Pemkab Sarolangun Apresiasi Peran Nyata Polres Sarolangun Bantu Percepatan Program MBG di Sarolangun

    Groundbreaking SPPG di Pelawan Jaya

    Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Sekda Sarolangun Muhammad Arief, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, dan Forkopimda saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan SPPG Polres di Desa Pelawan Jaya

    KABAR SAROLANGUN –Bupati Sarolangun H Hurmin yang diwakili Sekda Ir. Muhamad Arief RH, MUM, menghadiri dan mengikuti kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Pelawan Jaya, Kecamatan Singkut, Senin (29/12/2025).

    Pembangunan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui zoom meeting.

    Groundbreaking SPPG merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pemenuhan gizi bagi personel dan masyarakat, khususnya sektor pelayanan publik dan anak-anak penerima program pemerintah.

    Sekda Sarolangun Muhammad Arief mengapresiasi Polres Sarolangun karena telah menunjukkan langkah nyata mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sarolangun.

    ” Polres Sarolangun sudah membangun 2 SPPG dan 1 tahap pembangunan. Kita berharap Polres Sarolangun menambah lagi,” katanya.

    Ia menegaskan, percepatan pembangunan SPPG harus dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secepat mungkin oleh masyarakat, terutama anak-anak.

    ” Pak Presiden berharap anak-anak kita segera menerima manfaat dari program ini. Semua elemen harus ikut mempercepat,” katanya.

    Menurutnya, Kabupaten Sarolangun mencakup sekitar 102.269 orang, terdiri dari 81.114 pelajar dan 21.155 kelompok 3B (ibu hamil/menyusui & balita) penerima manfaat MBG yang akan dilayani secara bertahap dan merata.

    Sekda juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna menjamin ketersediaan pasokan bahan baku SPPG, mulai dari Dinas, Yayasan, hingga Badan Gizi Nasional.

    ” Kami akan melakukan rakor agar SPPG memiliki jaminan bahan baku. Kita upayakan memakai beras lokal Jambi,” katanya.

    Poto bersama

    Sementara itu, Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menjelaskan pembangunan SPPG merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program nasional di bidang pangan bergizi dan revitalisasi kualitas sumber daya manusia.

    ” Kita memastikan anak-anak kita dapat menikmati makanan yang bergizi dan sehat,”katanya.

    Saat ini, 2 unit SPPG telah beroperasi di Sarolangun, sementara 1 unit lainnya tengah dalam proses pembangunan dan persiapan operasional.

    ” Dengan pembangunan ini Polres Sarolangun berkomitmen mendukung program Presiden Republik Indonesia. Saya mengajak semua pihak bersinergi. Terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi,” katanya.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Sarolangun Nurdin, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Mewakili Kajari Sarolangun Rolly Manampiring, SH, MH, Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M. Syatar, S.Ag, Camat dan Kepala Desa setempat.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • Rakerda Ke-IX Lembaga Adat Melayu Berlangsung Sukses, Bupati Hurmin : Mari Bersinergi Wujudkan Sarolangun Maju

    Rakerda Ke-IX Lembaga Adat Melayu Berlangsung Sukses, Bupati Hurmin : Mari Bersinergi Wujudkan Sarolangun Maju

    Bupati Sarolangun H Hurmin, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria, Ibu Sekda Sarolangun Lilis Sumiati Arief, Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi

    KABAR SAROLANGUN – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang Ke-IX Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi Kabupaten Sarolangun tahun 2025 berlangsung sukses, Senin (29/12/2025) di aula Pendopo Saoenk Bang Radja, Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Sarolangun.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Sarolangun H Hurmin yang turut dihadiri Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Ibu Sekda Sarolangun Lilis Sumiati Arief Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi, SH, MH, Kasat Pol PP Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kepala Bappeda Sarolangun Ali Umar, S.Pd, M.Si, dan Kadisparpora Sarolangun Suryadi, S.Pt.

    Hadir juga Sekretaris LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Herman, Para Camat dan Lurah se-Kabupaten Sarolangun, Jajaran pengurus LAM Jambi Kabupaten Sarolangun, Ketua dan Sekretaris LAM Jambi Kecamatan se-kabupaten Sarolangun serta para tokoh adat, sesepuh adat dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

    Peserta kegiatan Rakerda Ke-IX LAM Jambi Kabupaten Sarolangun
    Bupati Sarolangun Hurmin saat disambut dengan pengalungan bunga oleh duta pariwisata yang mengenakan pakaian adat pengantin Kabupaten Sarolangun

    Dalam sambutannya, Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi mengatakan Rakerda Ke-IX ini dilaksanakan dengan dasar AD/ART LAM Jambi Kabupaten Sarolangun dengan tujuan untuk mengevaluasi dan meninjau program kerja yang sudah dilaksanakan tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya.

    ” Selain itu, juga untuk merumuskan langkah kebijakan kedepan bagi keberlanjutan adat dan budaya lokal di Kabupaten Sarolangun. Untuk mendorong struktur dan kapasitas internal LAM Jambi Kabupaten Sarolangun agar dapat berfungsi secara optimal,” katanya.

    Melalui Rakerda ini juga, Helmi menambahkan akan membuat rekomendasi kepada pemerintah Kabupaten Sarolangun terhadap penanganan sengketa adat serta memberikan saran dan solusi terhadap permalasahan-pernasalahan yang ada.

    ” Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari, dengan tema melalui rakerda Ke-IX kita perkuat peran lembaga adat Melayu Jambi sebagai mitra pemerintah dalam membangun nilai adat dan budaya menuju Sarolangun maju,” katanya.

    Ia juga menambahkan peserta kegiatan ini terdiri dari 22 Pengurus kecamatan, pengurus Kabupaten sebanyak 35 orang dan lembaga terkait 20 orang sehingga dengan total 75 orang peserta.

    Dan pada kesempatan ini juga dilakukan pengenalan terhadap pakaian adat pengantin yang sudah memiliki hak paten dan meraih juara 1 dalam ajang baju adat pengantin.

    ” Pakaian adat Kabupaten Sarolangun mendapatkan sambutan meriah karena terunik se-Sumateta di Provinsi Bangka Belitung, dan kita sudah pamerkan,” katanya.

    Bupati Sarolangun H Hurmin
    Ketua LAM Jambi Kabupaten Sarolangun Helmi

    Sementara itu, Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan LAM Jambi bukan sekedar struktur sosial tetapi dalam menjaga jati diri sosial, dan tentunya peran lembaga adat sangat krusial dalam finamika kehidupan masyarakat.

    ” Kita tidak bisa menolak kemajuan zaman, tetapi adat kita tetap jangan ditinggalkan, tetap kita pegang dan lestarikan. Prinsip ini harus kita pegang teguh agar pembangunan fisik di Kabupaten Sarolangun dapat sejalan dengan pembangunan mental dan spiritual,” katanya.

    Hurmin juga berharap kegiatan Rakerda ini dapat menyusun program kerja dengan baik dan selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Serta diharapkan peran lembaga adat dalam menyelesaikan sengketa secara adat dan budaya.

    ” Kedepannya kita duduk bersama dengan bapak Kapolres, Kejari, selagi sengketa ini bisa di urus di bawah agar di pending dulu sebelum masuk ke jalur hukum,” katanya.

    Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun mengharapkan sinergitas bersama LAM Jambi Kabupaten Sarolangun dalam melaksanakan program pembangunan menuju Sarolangun maju.

    ” Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kegiatan Rakerda Ke-IX LAM Jambi Kabupaten Sarolangun tahun 2025 saya nyatakan secara resmi dibuka,” katanya.

    Poto bersama

    Dalam kegiatan tersebut, duta pariwisata Sarolangun melakukan pameran baju adat pengantin Kabupaten Sarolangun yang disaksikan langsung Bupati Sarolangun Hurmin dan Ibu Ny Hj Risha Fitria Hurmin, serta seluruh yang hadir dan diakhiri dengan Poto bersama serta kegiatan Rakerda Ke-IX yang berlangsung dengan lancar.

    Penulis : A.R Wahid Harahap

  • BPPRD Sarolangun Terima Pajak Reklame Tahun 2025 Capai Over Target Hingga 108,90 Persen

    BPPRD Sarolangun Terima Pajak Reklame Tahun 2025 Capai Over Target Hingga 108,90 Persen

    Sejumlah reklame yang ada di wilayah Kota Sarolangun

    KABAR SAROLANGUN – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Sarolangun dalam mengumpulkan pajak dari sektor pajak reklame telah berhasil melampaui capaian target yang ditetapkan alias over target.

    Hal ini terbukti, hingga pada periode 01 sampai 10 Desember 2025, BPPRD Sarolangun telah menerima pendapatan pajak reklame mencapai Rp 1.197.919.328,- atau 108,90 persen dari total target sebesar Rp 1.100.000.000,-

    " Pajak reklame ini terdiri dari pajak papan, billboard, Videotron dan Megatron, kita sudah berupaya dengan baik dan Alhamdulillah berjalan baik," kata Kepala BPPRD Sarolangun Emalia Sari, SE, ME, Senin (28/12/2025) saat di konfirmasi media online driv.penajambi.co/

    Dikatakannya, pencapaian ini tidak terlepas dari peran Pemkab Sarolangun yang gencar mensosialisasikan tentang pentingnya membayar pajak, serta tumbuhnya kesadaran para pemilik usaha ‎dalam membayar pajak.

    " Sekarang para pemilik usaha pertokoan sudah banyak yang mau membayar pajak. Apalagi, kita juga rutin mendata dan mengingatkan kepada mereka, kita jemput bola‎," katanya.

    Pihaknya optimis, jika pencapaian tersebut masih bisa bertambah, mengingat akhir tahun ini, masih dalam bulan (Desember) berjalan.

    " Di bulan Desember ini, mudah-mudahan jumlah pajak reklame kita masih bisa bertambah," katanya.

    Emalia Sari juga menghimbau, supaya semua pemilik usaha pertokoan di Kabupaten Sarolangun dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan rutin membayar pajak, khususnya pajak reklame.

    ” Mudah-mudahan target kita tahun depan juga bisa tercapai dan over target seperti tahun ini. Untuk itulah, kita menghimbau agar pengusaha dapat memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak reklame,” katanya.

    Penulis : A.R Wahid Harahap